Penyebab Bayi Sering Gumoh dan Cara Mengatasinya

Baru saja Anda menyusui bayi Anda dengan ASI/susu formula, tapi tak lama kemudian dimuntahkannya.  Hal ini disebut gumoh, dan banyaj ibu-ibu yang menghawatirkannya. Pertanyaannya Apakah Gumoh itu normal? Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk cari tahu lebih banyak disini!. Baca juga : Manfaat Penting Buah Alpukat untuk Bayi usia 6 bulan

Advertisement

Penyebab Gumoh pada bayi usia 4 bulan kebawah, dan Tips Cara Mengatasinya :

penyebab bayi sering gumoh

1. Penyebab Gumoh

Gumoh adalah umum yang dialami oleh bayi yang sehat. Sekitar setengah dari jumlah semua bayi yang lahir, pada tiga bulan pertama diusia mereka mengalami air susu yang telah mereka minum naik kembali ke kerongkongan. Kebanyakan bayi yang sekali-kali gumoh sebagian besar adalah normal, hal ini terutama karena sistem pencernaan mereka masih belum matang terutama otot Lower Esophageal Sphincter(LES) yang berada diantara kerongkongan dan lambung, sampai organ ini menjadi matang maka gumoh mungkin masih akan sering terjadi pada bayi 4 bulan kebawah – terutama jika bayi kekenyangan.

Baca juga : Makanan yang bisa meningkatkan jumlah ASI

Istilah medis untuk gumoh ini adalah Gastroesophageal Reflux, atau refluks, yaitu ketika cairan susu atau makanan padat yang sudah masuk ke perut bayi kembali lagi ke kerongkongan dan mulut. Gumoh bukanlah muntah seperti pada orang dewasa atau bayi diusia 6 bulan keatas. Muntah adalah kondisi yang menyakitkan yang membutuhkan tenaga untuk mengeluarkan isi perut, tapi gumoh tidak demikian karena hal ini seperti bayi yang bersendawa.

Baca juga : Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Bayi seringkali akan gumoh ketika mendapatkan asupan susu terlalu banyak dalam waktu yang terlalu cepat. Hal ini bisa terjadi jika bayi memang sangat cepat atau agresif ketika disusui, atau ketika ASI ibu sangat melimpah.

Gumoh seperti bersendawa, jadi bisa disebabkan juga oleh banyaknya udara yang ikut tertelan pada saat bayi menyusui. Hal ini bisa terjadi ketika bayi sedang mulai tumbuh gigi, atau menggunakan susu formula yang memakai dot yang terlalu kecil lubangnya sehingga lebih banyak udara yang tertelan ketika menyusui.

2. Statistik Umum Gumoh pada Bayi

  • Gumoh biasanya terjadi tepat setelah bayi makan, namun bisa juga terjadi 1-2 jam setelah bayi menyusui.
  • Setengah dari semua bayi yang berusia  0 -3 bulan mengalami gumoh setidaknya sekali dalam sehari.
  • Gumoh biasanya akan memuncak pada usia bayi 2-4 bulan.
  • Banyak bayi yang sudah bisa mengatasi gumoh diusia 7-8 bulan.
  • Bayi kebanyakan sudah berhenti gumoh setelah 12 bulan.

3. Tips Cara Mengatasi atau Mencegah Gumoh

  • Gendong bayi Anda dengan posisi yang tegak ketika Anda menyusuinya. Menyusui bayi sambil meringkuk di lengan atau duduk di kursi mobil akan membuat susu formula atau ASI akan lebih sulit masuk ke perut bayi Anda.
  • Hindari kebisingan dan gangguan lainnya ketika menyusui, dan cobalah untuk tidak membiarkan bayi terlalu lapar sebelum Anda mulai memberinya susu. Jika merasa terganggu atau panik bayi lebih cenderung menelan udara bersama dengan ASI atau susu formula.
  • Jika bayi Anda minum susu formula atau ASI yang dipompa, pastikan dot pada botol lubangnya tidak terlalu kecil. Karena hal ini akan membuat bayi sulit menghisap susunya tapi malah menelan udara. Namun jika lubang terlalu besar, bayi bisa tersedak dan  cairan akan terlalu cepat mengalir.
  • Buat bayi bersendawa setelah setiap makan. Atau ketika bayi membuat jeda sendiri selama menyusui, ambil kesempatan itu untuk membuatnya bersendawa sebelum bayi mulai menyusu lagi. Dengan demikian jika ada udara akan keluar sebelum lebih banyak susu yang kemudian. Cara Membuat bayi bersendawa, tempelkan tubuh bayi berhadapan didada Anda, sementara dagu bayi beristirahat diatas bahu anda. Lalu gosok-gogok dengan lemut punggung bayi Anda. Jika bayi Anda tidak bersendawa dalam beberapa menit, jangan khawatir. Bayi Anda mungkin tidak sedang butuh bersendawa pada saat itu.
  • Hindari tekanan di perut bayi, misalnya gunakan pakaian dan popok bayi yang tidak terlalu ketat. Juga jangan menempatkan perut bayi anda di atas bahu Anda ketika Anda mencoba membuatnya bersendawa. Cobalah untuk menghindari naik mobil tepat setelah bayi selesai menyusu. karena berbaring di kursi mobil bisa membuat tekanan pada perut bayi.
  • Cobalah untuk menjaga bayi Anda dalam posisi yang tegak selama setengah jam atau lebih.
  • Jangan terus-menerus menyusui bayi. Jika bayi terlihat gumoh sedikit setiap kali setelah menysusui, ia mungkin terlalu banyak minum susu. Coba untuk memberinya susu sedikit-sedikit tapi sering, namun pastikan bayi Anda bisa kenyang.

Baca juga : Manfaat LUARBIASA Menyusui ASI eksklusif bagi Ibu dan Bayi

4. Kapan Saatnya ke Dokter?

Jika masalah gumoh ini terus berlanjut, yang terutama jika bayi memperoleh berat badan yang normal, mungkin ini saatnya untuk mengubah pola makannya dan berkonsultasi dengan dokter anak Anda.

Gejala-gejala yang harus diwaspadai adalah sering dan berulang kali muntah, batuk yang terus-menerus saat makan, dan tanda-tanda mulas, kembung atau kejang perut.

Seiring pertumbuhan anak ditahun kedua, ketika gejala lain juga muncul termasuk tingkat pertumbuhan yang melambat, menolak makanan terus-menerus dan suara serak.

Kemungkinan masalah gumoh akan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Tapi tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda yang bisa melakukan tes diagnostik yang dianggap perlu.

Gejala tertentu mungkin menunjukkan kondisi lain yang mendasarinya,  atau ada sesuatu yang lebih serius daripada sekedar gumoh, maka segera hubungi dokter ketika:

  • Muntah-muntah terus
  • Keluar cairan berwarna hijau atau kuning yang bukan merupakan warna makanannya
  • Keluar darah atau lainnya yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Menolak menyusui berulang kali
  • Terdapat darah dalam tinja
  • Kesulitan bernapas
  • Mulai gumoh pada usia 6 bulan atau lebih

Baca juga : Efek Samping Penggunaan Antibiotik pada Bayi

Demikian bahasan tentang gumoh pada bayi, penyebab dan tips mengatasinya. Sebuah kondisi umum yang sebagian besar bayi diusia 3 tahun kebawah mengalaminya. Namun mungkin ada kondisi tertentu yang bukan sekedar gumoh, atau kemungkinan ada penyebab lain yang mendasarinya. Selalu rajin memeriksakan pertumbuhan dana kesehatan rutin bayi Anda ke dokter anak atau posyandu.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *