Manfaat Mengangumkan Zat Besi Bagi Tubuh Yang Layak Anda Tahu

Manfaat utama zat besi bagi tubuh adalah mendukung distribusi oksigen yang dibutuhkan oleh sistem organ tubuh dengan cara berperan dalam memproduksi sel darah merah. Sekitar dari 2/3 jumlah zat besi dalam tubuh ditemukan di dalam hemoglobin[source]. Dengan peran utamanya tersebut, maka asupan zat besi yang cukup akan mencegah anemia(kurang darah), termasuk penyakit kronis, dan lain-lain.

Advertisement

Berikut Semua Tentang Zat Besi, Manfaat, Keutamaan, dan Makanan Yang Tinggi Akan Kandungan Zat Besi

Manfaat Zat Besi

Mengapa Zat Besi Penting Bagi Tubuh Kita?

Manfaat zat besi bagi kesehatan terkait dengan pertumbuhan yang normal dan pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal/kuat. Zat besi merupakan unsur penting untuk metabolisme, dan tubuh manusia sangat membutuhkannya untuk memproduksi sel darah merah. Tubuh manusia bisa menyimpan zat besi 25% sebagai cadangan dikemudian hari akan digunakan ketika asupan makanan yang mengandung zat besi yang tidak mecukupi untuk mengurangi dampak anemia jika asupannya tiba-tiba berkurang. Demikian pentingnya zat besi bagi tubuh, sehingga tubuh merasa perlu untuk menimpannya sebagai cadangan.

Sekitar 70% dari zat besi dalam tubuh kita ditemukan didalam hemoglobin dan mioglobin. Hemoglobin adalah senyawa tubuh yang bertugas untuk mengangkut oksigen yang diambil dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkannya. Lalu mioglobin adalah zat yang berada dalam sel otot yang mengatur penerimaan, penyimpanan, pengiriman, dan pelepasan oksigen. Sekitar 5% jumlah zat besi ditemukan sebagai unsur bermacam protein yang diperlukan untuk reaksi enzim tertentu.

Dan sisanya yang 25% zat besi dalam tubuh disimpan dalam ferritin yang terdapat di dalam sel. Ferritin bisa menyimpan zat besi selama 3 tahun untuk pria. Namun hanya sekitar satu tahun pada wanita, itulah mengapa anemia lebih seringkali terjadi pada wanita daripada pria. Peran luarbiasa zat besi dalam tubuh ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena kekurangan zat besi bisa memumculkan gejala yang tidak menyenangkan dan bahkan bisa membahayakan kesehatan.[source]

Gejala Kekurangan Zat  Besi

  • Kekurangan zat besi seringkali menyebabkan kelemahan pada tubuh yang membuat orang merasa kelelahan sepanjang waktu dan berbagai masalah kesehatan lainnya, Akibat kekurangan zat besi akan membuat tubuh seseorang tidak bisa melakukan fungsi yang normal dengan cara yang tepat/optimal.
  • Wanita dan anak-anak adalah kelompok yang paling banyak membutuhkan zat besi daripada pria dewasa, sehingga sangat rentan terkena anemia. Kekurangan zat besi yang parah dapat menyebabkan penyakit kulit yang semakin meluas, menyebabkan kerapuhan kuku dan kehalusan di daerah lidah.
  • Akibat kekurangan zat besi maka proses enzimatik yang membutuhkan hadirnya zat besi dan protein tidak akan terjadi, sehingga metabolisme tubuh bisa melambat atau bahkan mati.

Anemia adalah kondisi yang dianggap sebagai kekurangan gizi global dan yang paling umum.

Makan Sumber Penting  dari Zat  Besi

Zat besi bisa ditemukan di 2 jenis makanan yaitu jenis makanan nabati dan hewani, yang masing-masing digolongkan sebagai zat besi non-heme dan heme.[source]

Kacang polong, kedelai, gandum utuh, sereal, bayam, kecambah, sayuran berwarna hijau tua terutama brokoli dan bayam, serta buah kering adalah makanan nabati yang memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

Zat besi juga tersedia dalam bentuk suplemen atau kapsul yang seringkali diberikan oleh dokter kepada pasien anemia.

Vitamin C dalah jenis nutrisi yang membantu dalam penyerapan zat besi oleh tubuh. Jadi makan buah jeruk dan makanan mengandung zat besi bisa membantu dalam penyerapannya.

Manfaat Zat Besi Untuk Kesehatan

Ketika zat besi dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang melalui makanan akan memberikan sejumlah manfaat yang sempurna seperti penjelasan berikut :

Membantu Pembentukan Hemoglobin

Fungsi utama zat besi adalah pembentukan hemoglobin dan membantu mengirimkan oksigen ke sel-sel seluruh tubuh. Hemoglobin adalah zat yang sangat penting karena manusia cenderung kehilangan darah oleh berbagai sebab termasuk luka. Wanita pada masanya akan kehilangan cukup banyak darah setiap bulan melalui menstruasi – merupakan salah satu alasan utama kenapa wanita lebih mungkin menderita anemia daripada pria.

Mengangkut Oksigen

Manfaat zat besi yang paling penting berikutnya adalah perannya sebagai pembawa oksigen, sehingga ia ikut serta dalam memindahkan oksigen dari satu sel ke sel lainnya. Ini sangat penting karena oksigen diperlukan oleh setiap organ dalam melakukan fungsinya secara berkelanjutan.

Meningkatkan Fungsi Otot

Zat besi adalah unsur penting untuk kesehatan otot. Ia hadir dalam jaringan otot dan membantu menyediakan oksigen yang dibutuhkan otot untuk berkontraksi. Tanpa zat besi  otot akan kehilangan elastisitasnya. Kelemahan otot adalah salah satu tanda anemia yang paling jelas.

Meningkatkan Fungsi Otak

Zat besi juga bermanfaat meningkatan perkembangan otak. Hal ini karena oksigen dikirim ke otak melalui media darah yang diibantu oleh besi. Otak menggunakan sekitar 20% oksigen, artinya secara tak langsung zat besi terkait erat dengan fungsi dan kesehatan otak. Aliran darah yang optimal ke otak akhirnya merangsang aktivitas kognitif sehingga membantu tubuh membuat jalur saraf baru yang akan  mencegah gangguan kognitif yang umum pada orang tua seperti demensia dan penyakit Alzheimer.

Baca juga : Makanan untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Kekuatan Otak

Mengatur Suhu Tubuh

Zat besi adalah nutrisi penting yang memfasilitasi pengaturan suhu tubuh. Yang menarik adalah zat besi memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri sesuai dengan kapasitas penyerapan yang dimiliki tubuh seseorang. Memiliki suhu tubuh yang tetap stabil akan membuat fungsi enzimatik dan metabolisme bisa optimal dan efisien.

Mengobati Anemia

Kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Maka Zat Besi juga membantu dalam pengobatan gangguan anemia yang parah yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.  Anemia kekurangan zat besi adalah kondisi yang paling umum diseluruh dunia.

Mencegah Anemia pada Wanita

Zat besi juga bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia yang umum terjadi pada wanita selama kehamilan atau sedang menstruasi[source]. Sel-sel darah merah yang baru harus dibuat untuk menggantikan sel-sel darah yang telah hilang, sehingga mengasup jumlah zat besi yang signifikan penting bagi wanita pada titik kondisi tertentu dalam hidup mereka.

Berperan aktif dalam Sintesis sejumlah Neuro transmiter

Zat besi secara aktif juga ikut mengambil peran dalam sintesis untuk sejumlah neurotransmiter penting seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin. Zat kimia ini memiliki peran utama dalam berbagai aktivitas yang melibatkan neuron dan otak manusia.

Mengatasi Kelelahan

Manfaat zat besi bagi kesehatan termasuk mengatasi kelelahan yang tidak jelas sebabnya yang bisa dialami oleh pria maupun wanita. Kekurangan zat besi bisa mejadi penyebab dari kelelahan karena ia merupakan unsir penting dari sel darah merah.

Kekebalan Tubuh

Zat besi juga berperan penting pada sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh memiliki kekuatan dalam menangkal penyakit dan infeksi. Seperti yang sudah dijelaskan, sel darah merah diperlukan untuk menyediakan oksigen ke jaringan dan sel tubuh yang rusak. Ini adalah efek sebab akibat, yaitu tanpa zat besi tidak akan ada hemoglobin => tanpa hemoglobin maka tidak akan ada oksigen yang dikirim. Proses penyembuhan tentu sangat membutuhkan hadirnya nutrisi penting, maka ketika tidak ada zat besi? jawabannya mudah ditebak.

Metabolisme Energi

Zat besi merupakan unsur penting dalam metabolisme energi pada  tubuh manusia. Proses ini meliputi bagaimana energi diserap dari makanan yang kita makan yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.

Mendukung Sistem Organ

Zat besi merupakan peserta yang paling penting yang harus hadir di berbagai macam sistem enzimatik bersama peserta penting lainnya seperti mioglobin, sitokrom, dan katalase. Tanpa itu berfungsi dengan baik, maka kerja sejumlah sistem organ akan melambat.

Mengatasi Insomnia

Zat besi bermanfaat dalam membantu pengobatan insomnia dan meningkatkan kebiasaan tidur seseorang dengan cara mengatur ritme sirkadian. Jumlah sel darah merah yang kurang juga bisa menyebabkan tekanan darah yang kurang sehingga seringkali membuat orang terbangun di malam hari.

Meningkatkan Konsentrasi

Asupan zat besi yang cukup dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan kinerja kognitif. Asumsinya dengan zat besi yang cukup maka akhirnya meningkatkan aliran darah ke otak sehingga kinerja otak menjadi efisien dan meningkatkan konsentrasi.

Efek Buruk Kelebihan Zat Besi

Zat besi memang berperan sangat penting bagi kesehatan, namun kelebihan asupan dari mineral esensial ini bahkan bisa menyebabkan dampak serius bagi kesehatan. Asupan harian zat besi yang disarankan adalah, untuk pria 8 miligram/hari dan untuk wanita 18 miligram/hari. Menurut FDA, asupan zat besi hingga 45 miligram per hari masih aman.

Mendapatkan zat besi melalui makanan umumnya jarang bisa melebihi ambang batas sehat, kecuali jika anda mengonsumsi suplemen zat besi. Oleh karena itu mengonsumsi suplemen zat besi yang terbaik adalah merupakan saran dari dokter. Berikut efek samping kelebihan asupan zat besi yang wajib diwaspadai :

  • Zat besi yang dikonsumsi secara berlebihan justru bisa menjadi racun bagi tubuh Anda . Hal ini dapat mencemari organ-organ tubuh yang akibat selanjutnya bisa menyebabkan kegagalan organ. Zat besi yang berlebihan bisa menumpuk di jantung, pankreas dan hati. JIka menumpuk di hati, maka  dapat menyebabkan kanker hati, sirosis, pembesaran hati, hingga gagal hati. Jika menumpuk dipankreas maka Anda bisa mengembangkan diabetes. Jika penumpukan zat besi terjadi di jantung, maka dapat menyebabkan detak jantung tak teratur(aritmia) bahkan hingga gagal jantung.
  • Mengonsumsi terlalu banyak zat besi dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan pencernaan seperti sakit maag, diare, sembelit, rasa mual dan ditandai rasa logam di mulut.
  • Asupan zat besi yang berlebihan juga bisa berdampak negatif pada sistem saraf, yang bisa menyebabkan gejala seperti pusing, sakit kepala, kejang, demam dan mengantuk. Konsumsi berlebihan nutrisi ini dapat membunuh keinginan Anda untuk melakukan apa saja.
  • Terlalu banyak zat besi dalam tubuh  juga bisa menimbulkan kondisi yang disebut dengan edema paru. Edema paru didefisinisikan sebagai akumulasi cairan yang abnormal di kantung udara dalam paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. Gejalanya mungkin keringat berlebih, kegelisahan atau kecemasan, mengi,  kaki bengkak, kulit pucat, batuk-batuk atau batuk darah darah dan kurang waspada.
  • Kelebihan kadar zat besi dalam tubuh mungkin meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, kanker, dan jantung. Gejala lain  akaiobat terlalu banyak asupan zat besi mungkin termasuk tekanan darah yang rendah, dehidrasi,  dan denyut nadi yang cepat namun lemah.

Jika memang tak perlu, sebaiknya anda mendapatkan asupan zat besi secara alami dari makanan yang kaya zat besi seperti daging, susu, yoghurt, dan bayam, atau makanan lain yang diperkaya nseperti roti gandum atau sereal. Ketika Anda mengalami kondisi kelelahan, belum tentu akibat kekurangan zat besi – maka sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen zat besi secara sembarangan dan yang terbaik adalah atas saran dan petunjuk dokter.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *