Manfaat Susu Unta Bagi Kesehatan, Khasiat dan Kandungan Nutrisinya

Susu termasuk susu sapi, susu kambing, maupun susu unta tentum memiliki kandungan nutrisi. Tentu saja karena susu adalah makanan yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anakan hewan-hewan ini selama mereka belum dapat mencari atau mengunyah makanan mereka sendiri. Namun yang mengejutkan, menurut Huffington Post susu unta adalah susu yang karakteristiknya paling mendekati ASI; serta mengandung 10 kali lebih banyak zat besi dan 3 kali lebih banyak vitamin C daripada susu sapi. Susu Unta juga mengandung  komponen sistem kekebalan tubuh kuat, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh dan bisa mengobati penyakit autoimun. Karena mengandung senyawa ini juga, membuat susu unta juga berpotensi menjadi obat untuk membantu menyembuhkan penyakit diabetes dan autisme.

Advertisement

Mengenai khasiat susu unta, beberapa ahli juga menyebutkan bahwa susu hewan khas timur tengah ini juga bisa digunakan untuk memerangi kanker. Susu unta lebih mudah dicerna daripada susu sapi sehingga sangat populer di kalangan orang yang intoleran laktosa/alergi susu.

Manfaat dan kandungan nutrisi susu unta

Fakta Nutrisi Susu Unta

Susu unta lebih rendah lemak total dan lemak jenuh, namun total kalori dan protein sama dengan susu sapi. Susu unta juga lebih banyak mengandung zat besi dan vitamin C daripada susu sapi.

Menurut FDA, susu onta mengandung banyak nutrisi penting diantaranya :

  • Lemak total 2g per-porsi 100g
  • Karbohidrat 5g per-porsi 100g
  • Kolesterol 6g per-porsi 100g
  • Protein 3g per-porsi 100g
  • Sodium 63mg
  • vitamin A 2% dari asupan yang disarankan perhari
  • Kalsium 15% dari asupan yang disarankan perhari
    vitamin C 5% dari asupan yang disarankan perhari
  • Zat Besi 1% dari asupan yang disarankan perhari

Khasiat dan Manfaat Kesehatan Susu Unta

Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu unta mungkin bisa membantu orang dengan autisme, diabetes tipe 1, alergi makanan, hepatitis B, serta beberapa macam penyakit autoimun.

Membantu Pengobatan Diabetes Type 1

Susu unta memiliki karakterisitik rendah lemak, yang tidak hanya mengandung vitamin dan mineral ternyata juga mengandung insulin. Susu ini dilaporkan memiliki sekitar satu liter insulin dalam setiap liter, membuatnya menjadi pilihan pengobatan yang potensial untuk penderita diabetes.

Sebuah studi 2005 oleh India Bikaner Diabetes Care Research Center yang meneliti efek susu unta di diabetes tipe 1, para peneliti mmenemukan bahwa konsumsi susu unta secara signifikan mengurangi dosis insulin yang diperlukan untuk mempertahankan glikemik(kontrol gula darah) jangka panjang. Menurut pemimpin penelitian, 500 ml susu unta mentah segar setiap hari meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes karena mengandung protein insulin yang bisa diserap dengan cepat dan tidak menggumpal. Namun dikatakan juga  bahwa insulin tetap menjadi cara pengobatan yang paling efisien untuk diabetes.

Menurut  seorang ahli diet yang terdaftar di The Ohio State University Wexner Medical Center, Mr Lori Chong bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi susu unta bisa meningkatkan produksi enzim antioksidan oleh tubuh sehingga menurunkan stres oksidatif dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi susu unta harian dapat meningkatkan kontrol glikemik, juga sementara menurunkan kebutuhan insulin pada penderita diabetes tipe 1.

Baca juga : Manfaat Teh daun pohon Tin untuk Pengobatan Diabetes

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Research and Clinical Practice menunjukkan bahwa susu unta bisa sebagai tambahan untuk terapi insulin dengan meningkatkan kontrol glikemik dalam jangka panjang serta pengurangan dosis insulin pada pasien dengan diabetes tipe 1.

Mengobati autisme

Beberapa orang percaya bahwa susu unta mungkin bermanfaat bagi penderita autisme. Satu studi yang mengamati efek konsumsi susu unta pada orang-orang autis yang diterbitkan dalam majalah International Journal of Human Development edisi 2005 peneliti menemukan bahwa setelah peserta wanita yang berumur 4 tahun yang minum susu unta selama 40 hari, gejala autismenya hilang. Seorang anak yang berumur 15 tahun juga pulih setelah 30 hari minum susu unta.

Selain itu, beberapa penderita autis yang berumur 21 yang mengkonsumsi susu unta selama dua minggu diketahui menjadi lebih tenang. Meskipun susu untua diyakini berkhasiat untuk autis, namun bukti ilmiah masih belum cukup banyak untuk membuktikan efektivitasnya dalam pengobatan autisme.

Kekebalan tubuh

Susus unta mengandung antibodi yang kuat sehingga bisa membantu melawan penyakit. Konon katanya hanya sedikit imunoglobulin yaitu antibodi yang ditemukan pada susu unta yang memungkinkan bisa menyasar dengan tepat kepada zat penyebab penyakit yang disebut antigen, untuk dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan gangguan sistem autoimun seperti penyakit crohn atau multiple sclerosis, yaitu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Profesor emfisika fisiologi Israel Dr. Reuven Yagil menegaskan bahwa pengamatannya selama lima tahun menunjukkan bahwa susu unta bisa mengendalikan atau bahkan menyembuhkan gangguan autoimun, tapi meskipun begitu masih belum cukup bukti ilmiah yang cukup membuktikan keefektifan susu unta yang bisa menjadi obat untuk penyakit autoimun.

Mengobati Alergi

Susu unta tidak memiliki dua alergen kuat yang umum ditemukan pada susu sapi, namun mengandung unsur sistem kekebalan tubuh yang mungkin bermanfaat bagi anak-anak yang alergi terhadap susu dan makanan lainnya.

Sebuah studi kecil yang yang diterbitkan di Jurnal Medis Israel Medical Association yang mengamati delapan anak dengan masalah alergi makanan, susu unta menunjukkan karakterisitik membantu mengatasi alergi makanan yang parah pada subyek terutama alergi terkait susu.

Setelah tidak berhasil dalam pengobatan, peserta studi lalu mengkonsumsi susu unta dalam pengawasan peneliti. Laporan harian menunjukkan kemajuan bahwa semua anak yang memiliki masalah alergi yang berjumlah delapan orang ini sembuh total dari alergi  tanpa efek samping.  Imunoglobulin pada susu unta yang diyakini berperan utama dalam mengurangi gejala alergi. Namun penelitian ilmiah lain masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas susu unta dalam mengobati alergi.

Risiko

Risiko utama susu unta adalah ketika dikonsumsi dalam bentuk yang masih mentah atau tidak dipasteurisasi, sehingga berisiko dengan sejumlah patogen atau bakteri penyebab penyakit.

Studi oleh The Saint Louis Institute for Conservation Medicine (ICM) menemukan prevalensi yang lebih tinggi dari bakteri patogen pada susu unta jika dibandingkan pada susu domba, susu kambing dan susu sapi.

Sebuah artikel di majalah Science melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa virus yang menyebabkan sindrom pernafasan di Timur Tengah (virus mer) telah ditemukan pada susu unta. Temuan ini berasal dari sekelompok peneliti di Qatar’s Supreme Council of Health, Erasmus MC in Rotterdam, the Netherlands dan  the Dutch National Institute for Public Health and the Environment. Namun tidak ada kaitan khusus antara peningkatan risiko visurs mers dan konsumsi susu unta mentah, mereka hanya memperingatkan produk yang tidak dipasteurisasi.

Demikian tentang susu unta, manfaat, khasiat, kandungan nutrisi dan kemungkinan risiko bagi kesehatan.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *