Manfaat Mendonorkan Darah Secara Rutin Bagi Kesehatan

Tak banyak orang yang tahu bahwa Donor darah sebenarnya justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebelum diambil darah untuk didonorkan, tentu darah Anda akan diperiksa sehingga jika anda melakukan donor secara rutin maka anda akan selalu mengetahui kondisi terbaru dari kesehatan Anda. Manfaat lainnya terkait dengan pergantian rutin sel darah yang baru, karena dengan donor darah maka secara otomatis tubuh akan memproduksi sel darah pengganti yang baru dan lebih fresh tentunya.

Advertisement

Jadi dengan rutin mendonorkan darah, maka secara tak langsung Anda akan mengurangi risiko berbagai penyakit berat termasuk kanker, kerusakan hati, dan pankreas. Donor darah juga bermanfaat untuk mengendalikan berat badan, mengurangi risiko diabetes dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke dan jantung koroner.

Dirumah sakit, setiap hari selalu banyak orang yang memerlukan bantuan transfusi darah. Sementara sampai saat ini manusia belum bisa membuat darah tiruan, artinya darah hanya bisa diproduksi didalam tubuh manusia. Dengan demikian sehingga mendapat pendonor darah adalah cara satu-satunya untuk mendapatkan darah yang sangat dibutuhkan oleh pasien yang membutuhkan – maka mendonorkan darah adalah tindakan yang sangat mulia untuk kehidupan umat manusia.

Donor darah hanya boleh dilakukan di rumah sakit, kamp palang merah, klinik, atau tempat yang memang khusus disediakan dan dilakukan dihadapan ahli medis atau dokter. Hal ini karena harus dipastikan kesehatan pendonor dalam keadaan baik sehingga tidak terjadi masalah bagi pendonor dan setelah transfusi bagi yang menggunakannya.

Darah yang didonorkan bisa digunakan untuk membantu pengobatan untuk penderita kanker,  pendarahan, anemia kronis, anemia akibat gagal ginjal, anemia akibat kanker, dan kelainan darah lainnya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada pendonor sebelum diambil darahnya termasuk untuk memeriksa kemungkinan memiliki penyakit terkait darah dan penyakit menular. Orang yang terinfeksi seperti HIV dan hepatitis tidak boleh mendonorkan darahnya. Orang yang sudah di vaksinasi, telah menjalani operasi, menderita kanker, diabetes, flu termasuk wanita hamil harus minta pendapat dokter sebelum menyumbangkan darahnya. Wanita hamil harus mencari saran ahli sebelum mendonorkan darah.

[toc]

Manfaat Mendonorkan darah

Manfaat Donor Darah

Donor darah tak hanya bermanfaat bagi orang yang menerima, juga sangat bermanfaat bagi pendonor untuk mendapat kesehatan yang lebih baik. Berikut beberapa manfaat donor darah yang perlu Anda ketahui :

Mengetahui Potensi Masalah Kesehatan Sejak Dini

Dengan mendonorkan darah Anda maka Anda otomatis akan mendapatkan check-up kesehatan gratis termasuk kesehatan kardiovaskular Anda. Anda akan mendapatkan test kesehatan kilat sebelum diambil darah, termasuk pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, kadar hemoglobin, kadar gula, dsb. Jadi dengan mendonorkan darah secara rutin, maka Anda akan mengetahui sejak dini ketika ada masalah kesehatan sehingga bisa lebih mudah diatasi oleh dokter.

Jika tekanan darah Anda terlalu rendah maka anda akan diberitahu tidak akan diambil darah Anda. Dokter atau ahli kesehatan yang memeriksa juga akan memberitahu Anda jika ada masalah terkait darah lainnya. Pemeriksaan kualitas darah secara rutin bisa menjadi kunci untuk menemukan potensi masalah kesehatan sebelum kondisi menjadi berbahaya.

Mengurangi Potensi Tubuh Menyimpan Zat Besi secara Berlebihan

Tubuh kita hanya menyerap zat besi sesuai dengan kebutuhan, dan sisanya jika kelebihan asupan dari sumber akan ditumpuk dan bisa berpotensi menjadi racun bagi organ tubuh. Kelainan tubuh yang cukup menghawatirkan yang disebut hemochromatosis bukan suatu kondisi yang tak bisa dibilang jarang terjadi, namun sayangnya sebagian besar penderita tidak mengetahuinya. Hemochromatosis adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan tubuh menyimpan zat besi secara berlebihan, sementara itu kelebihan zat besi dalam tubuh akan menjadi racun yang akibatnya bisa merusak hati, jantung, dsb.

Lalu mendonorkan darah secara rutin adalah salah satu cara untuk mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh sehingga bisa mengurangi risiko akibat kelebihan zat besi. Hal ini adalah salah satu cara pengobatan untuk pasien dengan kelebihan zat besi dalam darah mereka.

Baca juga:  Manfaat Buah Semangka Untuk Pria dan Wanita

Baca juga : Makanan yang banyak Mengandung Zat besi

Menurunkan risiko Serangan jantung

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology , Mendonorkan darah sekurangnya setahun sekali bisa mengurangi risiko serangan jantung hingga 88 persen, Hal ini bisa dijelaskan bahwa kadar zat besi yang tinggi dalam darah berpotensi mempersempit saluran pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Asupan makanan yang tinggi zat besi dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Karena tubuh hanya menggunakan zat besi dalam jumlah terbatas, maka sisa dari kelebihan zat besi akan disimpan di jantung, hati, dan pankreas. Hal ini akan meningkatkan risiko penyakit hati,  kerusakan pankreas, dan kelainan jantung seperti irama jantung yang tidak teratur.

Dengan demikian donor darah bisa bermanfaat dalam menjaga kadar zat besi dalam jumlah yang sehat sehingga mengurangi risiko berbagai penyakit.

Baca juga :  Khasiat Daun Kenikir Untuk Pengobatan dan Kandungannya

Mengurangi Risiko Terkena Kanker

Bagi orang yang memang benar-benar sehat, keterkaitan antara donor darah dan menurunkan risiko kanker sangat sedikit.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal National Cancer Institute, pengambilan darah adalah metode pengurangan kelebihan kadar zat besi yang terkait dengan penurunan risiko kanker dan kematian yang lebih rendah. Studi ini fokus pada pasien dengan Penyakit Arteri Perifer (PAD). Sementara itu Mayo Clinic menjelaskan bahwa hal ini adalah masalah sirkulasi darah yang umum. Pasien penyakit PAD yang secara teratur mendonorkan darah memiliki risiko terkena kanker yang lebnih rendah daripada mereka yang tidak.

Donor Darah Membuat Hati tetap Sehat

Seperti yang sudah djelaskan bahwa kelebihan zat besi membahayakan terutama kesehatan hati Anda. National Center for Biotechnology Information melaporkan bahwa penyakit hati berlemak dan sindrom metabolik sudah mencapai porsi endemik.

Sebuah penelitian mengaitkan bahwa terlalu banyak zat besi dengan penyakit hati berlemak, hepatitis C,  dan infeksi hati lainnya. Meskipun masih ada banyak faktor lain yang bisa memnpengaruhi kondisi ini, namun mendonorkan darah dapat membantu meringankan beban kelebihan zat besi sehingga bisa menghindari masalah kesehatan hati.

Proses Donor Darah

Yang terbaik adalah merencanakankan kapan saat untuk donor darah terlebih dahulu. Anda bisa minta pendapat dokter dulu sebelum mendonorkan darah jika merasa memiliki masalah kesehatan atau ada kekhawatiran tentang itu. Melakukan diet yang sehat beberapa minggu sebelum Anda mendonor darah akan menjadi hal yang baik. Pada saat hari H pengambilan darah dilaksanakan, sebaiknya pastikan jika Anda sudah terhidrasi dengan baik yaitu dengan cara minum cukup cairan. Juga, kenakan pakaian yang nyaman selama mendonorkan darah. Berikut beberapa hal penting yang mungkin perlu untuk diketahui terkait donor darah :

    • Orang harus menunggu selama 8 minggu atau 56 hari diantara donor darah utuh. Hal ini ada jenis donor hanya plasma darah saja, strombosit saja, atau sel darah merah saja(tidak utuh) dan masa tunggunya berbeda. Waktu tunggu 56 hari ini akan membantu tubuh pendonor untuk memproduksi darah kembali sebelum donor berikutnya.
    • Jika Anda menderita gangguan kesehatan apa pun, konsultasikan kepada dokter sebelum donor.
    • Anda bisa menyumbangkan satu ampul atau 350 ml darah setiap 8 minggu. Anda bisa mendonorkan darah di rumah sakit, klinik, atau tempat seperti kamp palang merah.
    • Usia pendonor harus diantara 18-60 tahun dengan berat badan yang lebih dari 45kg
    • Orang yang tidak cukup umur dan berat badan, memiliki infeksi aktif, tidak boleh mendonorkan darahnya.
    • Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai beragam riwayat medis yang mungkin ada sebelum mendonorkan darah.

Kesimpulan: Rajin mendonorkan darah ternyata tidak hanya membantu secara kemanusiaan, tapi juga baik untuk menjaga kesehatan diri sendiri.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *