Manfaat Daun dan Buah Kelor untuk Kesehatan

Manfaat daun dan biji kelor untuk kesehatanKelor memiliki nama latin Moringa Oleifera adalah tanaman yang memiliki daun berbentuk kecil-kecil yang bersusun majemuk pada tangkainya, dan mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 7 hingga 11 meter. Daun kelor umumnya dimanfaatkan sebagai sayur dan obat tradisional, memiliki bunga sepanjang tahun yang berwarna kuning dalam pelepah dengan bau semerbak. Sementara buahnya berbentuk segitiga memanjang yang akrab disebut dengan “klentang” yang juga bisa dikonsumsi sebagai sayuran. Nama-nama umum pohon kelor : Limaran (jawa) kelor(Indonesia), Moringa(Inggris), marunggai(melayu), dan Malunggay (pilipina). Pohon ini awalnya tumbuh dikaki pegunungan Himalaya di India Utara, juga dibudidayakan di seluruh Amerika Tengah,  Selatan dan Afrika karena sangat mudah tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis.

Advertisement

Berikut manfaat daun, biji, dan bunga tanaman kelor untuk kesehatan:

Mengandung nilai gizi tinggi

Hampir semua bagian dari tanaman kelor bisa dimakan atau digunakan sebagai bahan untuk membuat obat-obatan herbal tradisional.

Daun kelor merupakan sumber banyak vitamin dan mineral. Satu cangkir daun kelor segar cincang  mengandung :

  1. Protein: 2 gram.
  2. Vitamin B6: 19% dari angka kecukupan gizi perhari
  3. Vitamin C: 12% dari angka kecukupan gizi perhari
  4. Zat besi: 11% dari angka kecukupan gizi perhari
  5. Riboflavin (vitamin B2): 11% dari angka kecukupan gizi perhari
  6. Vitamin A (beta-karoten): 9% dari angka kecukupan gizi perhari
  7. Magnesium: 8% dari angka kecukupan gizi perhari

Di negara-negara Barat, daun kelor dikeringkan dan dijual sebagai suplemen makanan, baik dalam bentuk bubuk atau kapsul. Dibandingkan dengan daunnya,  bunga polong kelor umumnya lebih rendah mengandung vitamin dan mineral. Namun bunga sangat kaya akan vitamin C. Satu cangkir polong segar cincang (100 gram) mengandung 157% dari angka kecukupan vitamin C harian.

Diet masyarakat di negara berkembang seringkali kekurangan vitamin, mineral dan protein. Dengan demikian Moringa oleifera bisa menjadi sumber banyak nutrisi penting. Namun ada satu kelemahan, yaitu daun kelor juga mengandung kandungan antinutrisi tinggi yaitu yang dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein[1].

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa jika Anda mengambil kelor sebagai suplemen tidak akan mendapatkan lebih banyak nutrisi.[2]

 Kelor Kaya akan Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang bekerja melawan radikal bebas dalam tubuh kita.

Tingginya kadar radikal bebas akan menyebabkan stres oksidatif, yang dapat menyumbang kehadiran penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2[3]. Beberapa senyawa antioksidan telah ditemukan dalam daun kelor, selain vitamin C dan beta-karoten termasuk :

  • Quercetin: antioksidan kuat ini dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  • Asam klorogenat: Juga juga banyak ditemukan dalam kopi, dapat membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan moderat .

Bahkan sebuah studi pada wanita telah menemukan bahwa mengkonsumsi tujuh gram (1/2 sendok teh) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan meningkatkan kadar antioksidan dalam darah secara signifikan.[4]

Ekstrak daun kelor juga dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Hal ini meningkatkan umur simpan daging dengan mengurangi oksidasi.

Menurunkan Gula Darah

Gula darah tinggi bisa menjadi masalah kesehatan yang serius, bahkan merupakan karakteristik utama dari penyakit diabetes.

Sejalan dengan waktu, gula darah yang tinggi meningkatkan risiko banyak masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung. Untuk alasan ini maka penting untuk menjaga gula darah dalam batas yang sehat. Menariknya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa daun kelor atau Moringa oleifera dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun sebagian besar bukti ini masih didasarkan pada studi hewan[5]. Studi pada manusia masih sedikit, dan umumnya masih berkualitas rendah.

Dalam sebuah penelitian, 30 wanita yang mengambil tujuh gram bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan telah mengurangi kadar gula darah mereka sebesar 13,5%.[6]. Selain itu, sebuah penelitian kecil pada 6 pasien diabetes ditemukan bahwa menambahkan 50 gram daun kelor pada makanan mengurangi kenaikan gula darah sebesar 21%.[7]. Efek ini disebabkan oleh senyawa nabati yang ditemukan dalam daun kelor, seperti isothiocyanates.

Banyak study yang terlait diabetes dan daun kelor. Study lain yang meneliti kapsul kelor juga menemukan efek penurunan gula darah pada T2DM/diabetes melitus type 2 [8]

Kesimpulan: daun kelor dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan sebelum direkomendasikan.

Mengurangi Peradangan/anti-inflamasi

Peradangan adalah respon alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Hal ini adalah penting sebagai mekanisme pelindung, tapi mungkin menjadi masalah kesehatan utama jika terlalu  lama. Peradangan yang berkelanjutan diyakini mengikuti berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.[9]

Baca juga:  Manfaat Jus Alpukat Bagi Kesehatan dan Ibu Hamil

Banyak sekali buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah yang telah diketahui memiliki efek anti inflamasi, termasuk kunyit dan buah delima. Daun, polong dan biji kelor juga telah terbukti memiliki sifat anti inflamasi, yang juga mungkin karena kandungan senyawa isothiocyanates.[10]

Namun penelitian sampai sejauh ini masih terbatas menguji pada studi hewan. Masih harus dilihat lagi apakah daun kelor juga memiliki efek anti inflamasi yang sama pada manusia.

Bisa menurunkan Kolesterol

Tinggi tingkat kolesterol dalam darah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Banyak makanan nabati secara efektif bisa mengurangi kolesterol, termasuk biji rami, gandum dan kacang almond.

Hhewan dan manusia telah menunjukkan bahwa kelor mungkin memiliki efek penurun kolesterol yang serupa .

Kesimpulannya kelor dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yang akhirnya mengarah pada penurunan risiko penyakit jantung.[11]

Melindungi Terhadap keracunan Arsenik

Kontaminasi arsenik dalam makanan dan air merupakan bagian masalah terbanyak dunia. Meskipun arsenik dalam makanan dan air tidak menyebabkan gejala keracunan secara langsung, namun paparan jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Studi observasional telah menunjukkan bahwa paparan arsenik jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Beberapa studi yang dilakukan pada hewan tikus menunjukkan bahwa daun dan biji pohon kelor dapat melindunginya dari beberapa efek toksisitas arsenik . Studi ini menjanjikan, tetapi belum diketahui apakah juga berlaku pada  manusia.

Kelor atau Moringa oleifera merupakan pohon yang telah sangat lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai kondisi dan penyakit yang berbeda, tetapi hanya ada beberapa klaim kesehatan yang telah dipelajari secara ilmiah.

Sejauh ini, penelitian telah menunjukkan bahwa kelor secara sederhana dapat menyebabkan pengurangan gula darah dan kolesterol. Hal ini juga mungkin memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi, serta dapat melindungi terhadap keracunan arsenik.[12]

Daun kelor juga sangat bergizi, dan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang kurang asupan nutrisi penting.

Berpotensi Sebagai Obat Terapi Penderita Hiperglikemia Kronis dan Dislipidemia

Seseorang bisa dikatakan menderita hiperglikemia ketika kadar gula darahnya tinggi yaitu kurang lebih 126 mg/dl setelah berpuasa dan kurleb 200 setelah 2 jam diberi 75g gula oral. Hal ini bisa Diabetes Melitus Type 1 atau 2, namun dalam tinjauan ini adalah DM type 2.

Dislipidemia adalah gangguan yang ditandai dengan perubahan tingkat dan komposisi lipid plasma. dislipidemia kronis adalah penyebab utama dari aterosklerosis, yaitu penyakit vaskular yang mempengaruhi sirkulasi darah di arteri koroner pusat, dan perifer. Komplikasi klinis dari proses ini termasuk penyempitan lumen arteri, ruptur plak, dan pembentukan trombus yang bersirkulasi. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan penyakit arteri koroner dan infark miokard atau kondisi yang merujuk kepada penyakit jantung koroner.

Daun kelor yang juga dijuluki sebagai Miracle Trees(pohon ajaib), yang berpotensi menjadi  obat terapi untuk kedua kondisi tersebut. Efek farmakologis ini mungkin karena kandungan zat gabungan dari berbagai komponen bioaktif yang terdapat dalam daun kelor termasuk ion logam, vitamin, alkaloid, karotenoid, polifenol, lemak, karbohidrat, dan protein. Daun kelor juga bersifat anti-nutrisi, sehingga mengurangi penyerapan kolesterol yang bagus untuk terapi dislipidemia. Zat antioksidan dalam Daun kelor bekerja mencegah oksidasi berlebihan, lalu sifat anti-inflamasinya juga membantu untuk mengobati diabetes.[13]

Biji Buah Tanaman Kelor Untuk Terapi Pengobatan Hipertensi

Dinegara-negara Afrika tropis, America dan Asia, Moringa oleifera atau daun kelor telah digunakan sebagai obat tradisional untuk hipertensi. Hipertensi didedefisinisikan sebagai kenaikan baik tekanan darah sistolik dan diastolik kronis, yang dikaitkan dengan risiko stroke, jantung dan gagal ginjal.

Penelitian  menunjukkan bahwa efek antioksidan dan anti-inflamasi dari biji buah kelor yang diminum bermanfaat pada fungsi endotel pada obyek percobaan tikus hipertensi. Dengan demikian penelitian ini mendukung secara ilmiah bahwa penggunaan biji tanaman kelor secara empiris dimana yang sebelumnya sudah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk tekanan darah tinggi dan gangguan kardiovaskular lainnya yang terkait dengan peradangan dan stres oksidatif.[14]

Peneltian daun kelor untuk diabetes juga menemukan efek menurunkan tekanan darah [15].

Efek Samping

Tidak ada efek samping yang buruk selama penggunaan kapsul daun kelor. Penelitian pada hewan menunjukkan peningkatan berat badan, namun tidak menunjukkan adanya penurunan fungsi pada hati dan ginjal.[16]

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *