Dampak Bahayanya Makanan yang Digoreng Bagi Kesehatan

Menggoreng adalah cara memasak yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Makanan yang digoreng biasanya ikan, kentang goreng, ayam, kerupuk, dan masih banyak lagi termasuk, kue tepung, singkong dsb. Ada bahaya yang tersembunyi dari makanan gorengan yang patut kita waspadai, karena diketahui bisa memicu penyakit berat seperti jantung, diabetes, bahkan kanker.

Advertisement

Kebanyakan orang terutama asia sangat menyukai rasa dari makanan yang digoreng. Makanan gorengan cenderung tinggi kalori dari lemak jenuh dan lemak trans, sehingga banyak- banyak dan sering memakannya akan nenberikan efek negatif pada kesehatan.

Kenapa Makananan yang Digoreng Berbahaya bagi Kesehatan?

Bahayanya makanan yang di goreng

Makanan gorengan tinggi kalori

Dibandingkan dengan cara memasak lainnya, menggoreng makanan akan menambahkan lebih banyak kalori. Makanan yang digoreng biasanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelum diggoreng. Selanjutnya, saat makanan digoreng dengan minyak, makanan akan  kehilangan air dan menyerap lemak – akhirnya  meningkatkan kalorinya.

Makanan yang digoreng secara signifikan lebih tinggi lemak dan kalori daripada yang tidak digoreng bahkan hingga 3 kali lipatnya.

Minyak goreng mengandung lemak trans

Sementara itu lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh menjalani proses yang disebut hidrogenasi yaitu ketika produsen makanan menghidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hidrogen untuk meningkatkan lama penyimpanan. Hidrogenasi juga terjadi ketika minyak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, yaitu ketika minyak digunakan menggoreng.

Proses perubahan struktur kimia lemak ini kemudian membuatnya menjadi sulit dipecah oleh tubuh , sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan efek negatif bagi kesehatan.

Lemak trans telah dikaitkan oleh para ahli dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes dan obesitas.

Makanan yang digoreng biasanya dalam minyak yang dipanaskan pada temperatur yang sangat tinggi, sehingga cenderung mengandung lemak trans.

satu studi menemukan setiap kali minyak kembali digunakan untuk menggoreng,maka kandungan lemak trans-nya meningkat. Jadi sebaiknya menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang.

Baca juga : Inilah Dampak Bahayanya jika Sering Makan Mie Instant

Makanan Gorengan Meningkatkan Risiko Kesehatan :

Beberapa penelitian yang dilaku kan pada orang dewasa sudah menemukan kaitan antara konsumsi makanan yang digoreng dengan risiko penyakit kronis. Yang secara umum, lebih banyak porsi makanan yang digoreng dihubungkan dengan peluang lebih besar terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung dan obesitas.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Makan makanan yang digoreng bisa menyumbang untuk tekanan darah tinggi, memiliki HDL(kolesterol baik) yang rendah, dan obesitas –  yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dua studi observasi yang besar telah menemukan bahwa semakin sering orang makan-makanan yang digoreng, maka semakin besar memiliki risiko penyakit jantung .

Sementara itu meningkatkan konsumsi makanan yang dipanggang atau ikan panggang memiliki risiko yang lebih rendah. Dan orang yang makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran memiliki risiko sakit jantung yang lebih rendah.

Meningkatkan risiko terkena diabetes

Beberapa studi telah menemukan bahwa makan-makanan yang digoreng akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 lebih tinggi.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang makan makanan cepat saji lebih dari 2X seminggu 2X lebih mungkin mengembangkan resistensi insulin(gejala awal diabetes) daripada yang makan kurang dari sekali seminggu.

Demikian juga dengan orang-orang yang makan-makanan gorengan 7x  atau lebih dalam seminggu 55% lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2, daripada yang kurang dari satu porsi per minggu.

Baca juga:  Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan dan Kecantikan

Baca juga : Tanda Gejala Awal Diabetes Melitus Tipe 2 dan pengobatan

Menyebabkan obesitas

Makanan yang digoreng mengandung kalori lebih banyak daripada makanan non-gorengan, jadi makan lebih banyak secara signifikan meningkatkan asupan kalori Anda.

Studi menunjukkan bahwa lemak trans dalam makanan gorengan mungkin sangat berperan penting dalam peningkatanberat badan, karena bisa  mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Sementara itu, peningkatan asupan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda tidak dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Beberapa studi observasional telah menunjukkan hubungan positif antara asupan lemak trans dan obesitas.

Baca juga : Inilah Alasan Utama kenapa Soda/Softdrink Buruk bagi Kesehatan

Makanan yang digoreng bisa mengandung zat akrilamida yang berbahaya:

Akrilamida adalah zat bersifat racun bagi tubuh, yang dapat terbentuk dalam makanan selama dimasak dalam suhu sangat tinggi seperti penggorengan, pemanggangan, atau baking. Hal ini bisa terjadi karena adanya reaksi kimia antara gula dan asam amino yang disebut dengan asparagin.

Makanan yang mengandung tepung seperti kentang goreng dan panggang biasanya lebih   tinggi konsentrasi akrilamida. Penelitian pada hewan menemukan bahwa  hal ini menimbulkan risiko  beberapa jenis kanker. Sebuah ulasan penelitian menemukan kaitan antara akrilamida makanan dan ginjal, endometrium dan kanker ovarium pada manusia.

Cara Aman dengan Minyak

Jenis minyak yang digunakan untuk menggoreng bisa sangat berpengaruh terhadap risiko kesehatan yang terkait dengan makanan yang digoreng. Beberapa jenis minyak dapat menahan suhu yang jauh lebih baik daripada yang lain sehingg lebih aman untuk digunakan.

Secara umum, minyak yang terdiri dari lemak jenuh dan lemak  tak jenuh tunggal adalah yang paling stabil saat dipanaskan. Hal ini seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak alpukat merupakan jenis minyak yang lebih sehat.

Minyak kelapa sebagian besar atau 90%nya adalah kandungan lemak jenuh, yang membuatnya lebih tahan terhadap suhu yang panas. Penelitian bahkan sudah menemukan bahwa minyak kelapa setelah delapan jam dibuat menggoreng terus menerus tidak menurun kualitasnya.

Minyak zaitun sebagian besar mengandung kadar lemak tak jenuh tunggal, sehingga relatif lebih stabil untuk suhu tinggi ketika dipakai memasak. Sebuah analisis menemukan bahwa minyak zaitun bisa digunakan dalam penggorengan sampai 24 jam sebelum oksidasi mulai terjadi.

Minyak alpukat memiliki komposisi  yang mirip dengan minyak zaitun, dan memiliki toleransi panas yang sangat tinggi sehingga bisa menjadi pilihan yang cocok untuk menggoreng.

Apabila kita menggunakan pilihan jenis minyak yang sehat unbtuk menggoreng, maka dapat menurunkan beberapa risiko penyakit yang terkait dengan makanan digoreng.

Minyak goreng yang memiliki kadar lebih tinggi lemak tak jenuh ganda jauh lebih stabil namun bisa meningkatkan akrilamida dan sebaiknya dihindari, seperti minyak canola, minyak kedelai, minyak jagung, minyak wijen, minyak bunga matahari, dsb. Golongan minyak ini hingga 4% dari kandungan asam lemaknya adalah lemak trans sebelum dipakai menggoreng.

Demikian sudah anda ketahui tentang bahayanya makanan yang digoreng, minyak yang lebih sehat, dampak penyakit akibat makanan digoreng hingga minyak goreng alternatif yang lebih aman. Walau bagaimanapun pilihan memasak yang sehat adalah direbus, dan bisa juga dengan metode alternatif lain seperti dipanggang.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *