Inilah Tanda atau Gejala Umum Kekurangan Zat Besi

tanda kekurangan zat besiZat besi adalah satu dari beberapa mineral makanan penting yang berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh. Zat besi pada umumnya diketahui berperan membantu tubuh dalam memproduksi hemoglobin, yaitu protein yang membantu sel-sel darah merah untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.

Advertisement

Selain itu, zat besi ini juga bekerja sebagai sarana  transportasi bagi elektron untuk melakukan perjalanannya di dalam sel, serta diperlukan bagi berbagai enzim untuk bisa berfungsi secara normal.

Memiliki zat besi dalam jumlah yang sehat dalam tubuh sangat penting, tapi kekurangan zat besi adalah satu dari bentuk kekurangan gizi yang paling umum diseluruh dunia. Hal ini sebenarnya tak boleh disepelekan, karena jika tidak diatasi dalam waktu dapat menyebabkan anemia kekurangan zat besi.

Beberapa penyebab kekurangan zat besi paling umum pada orang dewasa adalah kurangnya asupan zat besi melalui makanan sehari-hari atau diet, kehilangan banyak darah, peningkatan kebutuhan zat besi(seperti selama kehamilan), dan ketidakmampuan tubuh untuk  menyerap zat besi dengan benar.

Wanita di tahun pertama melahirkan anak memiliki resiko yang lebih tinggi kekurangan mineral ini, terutama akibat kehilangan darah selama menstruasi. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, ada sekitar 20 persen wanita pada usia subur menderita anemia kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi tubuh kita dalam berbagai macam cara. Jadi sangat penting untuk menyadari tanda-tanda atau  gejalanya, sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengembalikannya lagi.

Baca juga : Makanan yang banyak Mengandung Zat besi

Berikut ini Tanda Gejala dari Kekurangan Zat Besi:

Mudah lelah atau lesu

Kelelahan adalah gejala yang umum pada orang yang dalam tubuhnya kurang zat besi.

Zat besi penting untuk menjaga jumlah hemoglobin yang normal, protein yang bertugas pembawa oksigen dalam aliran darah. Kekurangan oksigen dalam tubuh ini yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan atau kelesuan.

Sebuah studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam Kualitas Hidup Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi berhubungan dengan penurunan kesehatan umum dan kesejahteraan dan peningkatan kelelahan.

Jika Anda sering merasa lelah atau cepat merasa lelah, cobalah periksakan diri untuk mengetahui kemungkinan mengalami kekurangan zat besi. Diagnosa yang tepat dan pengobatan tepat akan membantu mengurangi gejala ini dengan cepat.

Sesak Nafas

Zat besi yang rendah akan mengurangi suplay oksigen untuk dapat mencapai semua bagian tubuh Anda. Ketika tingkat oksigen dalam tubuh rendah, maka ini akan menyebabkan gejala sesak napas.

Sesak nafas ini bisa  terjadi bahkan saat Anda hanya melakukan hal-hal kecil atau kegiatan yang biasanya bisa Anda tangani dengan baik, seperti naik tangga, berjalan-jalan dekat, atau bahkan hanya membawa benda yang ringan. Gejala sesak napas ini bisa ringan, sedang hingga berat. Namun sesak nafas ini seringkali kembali normal setelah beristirahat.

Sesak napas juga bisa disebabkan oleh masalah seperti infeksi pada pernapasan, bronkitis, penyakit jantung, atau alergi, dan mungkin memerlukan bantuan medis.

Kulit berwarna Pucat

Tanda kekurangan zat besi umum yang lain adalah kulit pucat. Karena jumlah zat besi yang rendah mengakibatkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Hemoglobin ini yang membuat darah berwarna merah, yang juga membuat kulit Anda berona kemerahan.

Kekurangan zat besi yang semakin buruk akan membuat kulit Anda mulai kehilangan warna normalnya dan menjadi terlihat pucat. Tanda ini akan lebih menonjol pada orang yang memiliki warna kulit yang cerah.

Selain mempengaruhi warna normal kulit,  zat besi yang rendah dalam tubuh juga membuat bibir, gusi dan bagian pada kelopak mata bawah kurang merona dari biasanya.

Kuku Mejadi Rapuh

Jika kuku Anda menjadi pucat dan rapuh, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa Anda sedang kekurangan zat besi.

Sama seperti halnya kulit yang pucat, kuku yang menjadi rapuh bisa sebagai akibat dari hemoglobin yang rendah akibat kekurangan zat besi.

Sebuah studi pada tahun 2010 yang diterbitkan di Klinik di Dermatology melaporkan bahwa hampir setiap kekurangan gizi mempengaruhi pertumbuhan kuku.

Namun selain karena kekurangan gizi, kuku yang pucat dan rapuh bisa sebagai karena penuaan, penggunaan cat kuku dan kuku sering terkena air dapat menyebabkan kuku rapuh.

Rambut Rontok

Ada banyak hal yang memungkinkan menjadi penyebab rambut rontok , dan kekurangan zat besi adalah salah satu kemungkinannya. Jumlah zat besi yang rendah akan membuat tubuh beralih ke mode bertahan hidup, dimana pengiriman okigen hanya digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi yang paling penting saja, daripada fungsi lain seperti pertumbuhan rambut.

Baca juga:  Obat Batuk Tradisional paling Ampuh

Sebuah studi pada tahun 2006 yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology mencatat bahwa kekurangan zat besi terkait dengan kerontokan rambut daripada yang kebanyakan dokter sadari. Asupan zat besi yang cukup bisa menjadi kunci dalam memulihkan pertumbuhan rambut .

Kurang Tahan terhadap Hawa Dingin

Jika And merasa kedinginan padahal kondisi cuaca sedang normal seperti biasanya dan orang lain tidak mengeluh kedinginan, bisa jadi tubuh Anda sedang kekurangan zat besi.

Zat besi bertugas membantu sel-sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, yang pada akhirnya membawa hawa panas dan nutrisi untuk setiap sel dalam tubuh Anda.

Tanpa memiliki zat besi yang cukup, sel-sel darah merah tidak akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar. Hal inilah yang  menyebabkan peningkatan sensitivitas tubuh Anda terhadap dingin sehingga Anda lebih sering menggigil.

Zat besi juga sangat penting bagi fungsi kelenjar tiroid yang membantu mengatur suhu tubuh . Ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik akibat zat besi yang rendah, maka bisa menyebabkan Anda merasa dingin bahkan walaupun berada di lingkungan yang hangat.

Sering Sakit Kepala

Sakit kepala jangan dibiasakan diberi obat penghilang rasa nyeri. Jika Anda sering merasakan sakit kepala, maka bisa jadi itu karena kekurangan zat besi.

Tubuh yang kekurangan zat besi akan membuat oksigen tak cukup dalam mencapai otak Anda. Hal ini akhirnya bisa  menyebabkan pembengkakan di arteri otak, yang akhirnya membuat rasa sakit kepala. Sakit kepala akibat ini dapat membuat Andasangat sulit untuk bisa berkonsentrasi atau bersantai.

Sebuah penelitian tahun 2000 yang diterbitkan dalam Acta Clinica Croatica melaporkan bahwa anemia kekurangan zat besi lebih sering terjadi pada wanita dengan migrain murni men-struasi (PMM) dan migrain terkait men-struasi (MRM), yang mungkin merupakan mekanisme yang mendasari serangan migrain.

Namun penelitian lebih lanju masih diperlukan untuk menentukan hubungan yang komplek antara estrogen, metabolisme zat besi dan disfungsi dopamin, dan pengaruhnya terhadap migrain.

Depresi

Tak hanya untuk kesehatan fisik, jumlah zat besi yang tepat dalam tubuh juga sangat penting untuk kesehatan mental dan emosional. Hal ini sangat penting bagi kognitif, sensor motorik dan perkembangan fungsi emosional sosial, karena zat besi bekerja membantu membawa oksigen ke seluruh aliran darah.

Salah satu efek yang paling mungkin akibat jumlah zat besi yang rendah adalah otak yang kekurangan oksigen, yang dapat mengarah pada pengembangan masalah psikologis termasuk depresi.

Kekurangan zat besi bukan menjadi satu-satunya alasan dibalik depresi, namun dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan depresi, seperti kurang nafsu makan, mudah marah, kelelahan, dan perubahan mood. Oleh karena itu yang terbaik adalah selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau dokter.

Sindrom Kaki Gelisah

Jika Anda merasa susah untuk tidak gelisah ketika mencoba untuk tidur, yang akhirnya menurunkan kualitas tidur Anda, maka Anda mungkin memngalami sindrom kaki gelisah. Orang yang mengalami kekurangan zat besi pada tingkat sel lebih rentan terhadap kondisi ini.

Sebuah studi pada tahun 2003 yang dilakukan oleh National Institute of Neurological Disorders and Stroke links, mencatat bahwa sindrom kaki gelisah sebagai akibat pengolahan zat besi yang tidak efisien dalam sel-sel otak tertentu.

Tips Mencegah kekurangan Zat Besi

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, tiram, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti bayam dsb.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C , seperti buah jeruk dan brokoli. Vitamin C bermanfaat meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Hindari minum terlalu banyak teh atau  kopi terutama di sekitar waktu makan. Hal ini karena tanin yang terkandung mengganggu penyerapan zat besi.
  • Anda mungkin memerlukan suplemen zat besi, namun ingat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini karena suplemen zat besi dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mual, ketidaknyamanan pencernaan , dll. Hindari mengonsumsi suplemen zat besi dalam jumlah tinggi karena dapat merusak organ dalam dan dapat meningkatkan risiko diabetes, aritmia, dan kanker hati terutama pada orang tua.

 

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *