Tanda Gejala Awal Diabetes Melitus Tipe 2 dan pengobatan

tanda gejala diabetes melitus tipe 2Apakah diabetes melitus tipe 2 ? Diabetes melitus tipe 2 adalah bentuk dari penyakit kencing manis yang paling umum. Sedangkan diabetes atau kencing manis adalah penyakit kronis yang berlangsung seumur hidup dimana tingkat gula(glukosa) dalam darah yang tinggi. Baca juga : Manfaat Pare untuk Penderita Diabetes dan cara penggunaannya

Advertisement

Bagaimana tanda gejala, penyebab, diagnosis dan cara pengobatannya?…

Penyebab

Insulin adalah nama hormon yang diproduksi di organ pankreas oleh sel yang dikenal dengan nama sel beta. Pankreas ini terletak di bawah dan di belakang perut. Hormon insulin ini dibutuhkan oleh tubuh untuk memindahkan gula darah (glukosa) ke dalam sel. Dan kemudian di dalam sel, glukosa tersebut akan disimpan untuk digunakan kemudian sebagai energi.

Ketika seseorang memiliki diabetes melitus tipe 2, maka lemak, organ hati, dan sel-sel otot mereka tidak dapat merespon insulin dengan benar. Hal ini disebut dengan resistensi insulin. Maka akibatnya gula darah tidak dapat masuk lagi ke dalam sel-sel untuk disimpan sebagai cadangan energi.

Nah pada saat gula tidak bisa masuk kedalam sel, maka akibatnya gula akan menumpuk dalam darah sehingga tingkat gula dalam darah menjadi tinggi. Inilah yang disebut hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi, yang selanjutnya disebut menderita diabetes.

Diabetes melitus tipe 2 biasanya akan terjadi secara perlahan-lahan yang lambat laun semakin parah seiring perjalanan waktu. Kebanyakan orang yang terdiagnosis penyakit ini adala mereka yang memiliki kelebihan berat badan/obesitas. Kelebihan lemak pada orang gemuk akan menyebabkan tubuh kesulitan untuk menggunakan insulin dengan cara yang benar.

Namun diabetes tipe 2 juga bisa terjadi pada orang-orang yang kurus, dan lebih umumlagi pada orang tua.

Faktor genetik dan gen paling banyak berperan untuk diabetes tipe 2. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang buruk, dan kelebihan berat badan terutama sekitar pinggang meningkatkan resiko untuk penyakit kronik yang tak bisa disembuhkan ini.

Gejala

Sayangnya diabetes tipe 2 seringkali tidak menampakkan tanda-tanda atau gejala pada awalnya. Bahkan penderita awalnya mungkin tidak merasakan tanda gejala selama bertahun-tahun.

Gejala awal dari diabetes dapat meliputi:

  1. Kejadian Infeksi kandung kemih, ginjal, kulit, atau infeksi akibat penyebab lain yang lebih sering atau lama sembuhnya.
  2. Kurang bertenaga/mengalami kelelahan
  3. Mengalami kelaparan terus menerus.
  4. Rasa haus yang meningkat
  5. Frekwensi buang air kecil yang meningkat
  6. Mungkin juga penglihatan kabur
  7. Mungkin juga lemah shyahwat
  8. Mungkin juga mengalami rasa nyeri atau mati rasa di kaki atau tangan

Ujian dan Tes

Dokter Anda mungkin menduga bahwa Anda memiliki diabetes jika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari 200 mg / dL. Untuk mengkonfirmasi diagnosis ini, satu atau lebih dari tes berikut harus dilakukan :

Tes darah diabetes:

  1. Tes kadar glukosa darah puasa : Diabetes didiagnosis jika lebih tinggi dari 126 mg / dL dua waktu yang berbeda.
  2. Tes Hemoglobin A1c :  Diabetes didiagnosis jika hasil tes 6,5% atau lebih tinggi.
  3. Tes oral toleransi glukosa :  Diabetes didiagnosis jika kadar glukosa lebih tinggi dari 200 mg / dL 2 jam setelah minum minuman gula khusus.

Screening diabetes dianjurkan untuk :

  1. Anak dengan kelebihan berat badan yang memiliki faktor risiko lain untuk diabetes, dimulai pada usia 10 dan diulang setiap 2 tahun
  2. Orang dewasa kelebihan berat badan atau yang memiliki faktor risiko lain
  3. Dewasa dimulai pada usia 45 dan setiap 3 tahun, atau lebih muda jika orang tersebut memiliki faktor risiko

Jika anda telah didiagnosa dengan diabetes melitus tipe 2, maka Anda perlu bekerja sama dengan dokter Anda untuk. Anda mungkin akan perlu untuk periksa ke dokter setiap 3 bulan sekali.

Manajemen diabetes

Belajar manajemen diabetes akan membantu Anda untuk bisa hiduplebih baik dengan diabetes. Hal ini akan membantu untuk mencegah masalah kesehatan dan kebutuhan untuk perawatan medis. Keterampilan manajemen diabetes meliputi:

  1. Bagaimana cara untuk menguji dan merekam glukosa darah
  2. Apa yang dimakan dan kapan untuk makan
  3. Cara aman meningkatkan aktivitas fisik dan mengontrol berat badan
  4. Cara mengambil obat, jika diperlukan
  5. Cara mengenali dan mengobati gula darah rendah atau tinggi
  6. Cara menangani saat sakit
  7. Dimana untuk membeli bekal untuk diabetes dan cara menyimpannya
Baca juga:  Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan dan Kecantikan

Mungkin akan memakan waktu beberapa bulan untuk dapat belajar keterampilan ini. Teruslah belajar tentang diabetes, komplikasi, dan bagaimana mengontrolnya dan cara hidup yang baik dengan penyakit ini. Tetap update informasi tentang penelitian dan cara perawatan terbaru.

Pengobatan

  • Tujuan pengobatan pada awalnya adalah untuk menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi. Dan tujuan jangka panjangnya dapat mencegah masalah kesehatan karena diabetes.
  • Cara yang paling penting untuk merawat dan mengelola diabetes tipe 2 adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan makan sehat.
  • Semua orang dengan diabetes harus mendapatkan panduan yang layak serta dukungan tentang cara terbaik untuk mengelola diabetes mereka. Tanyakan kepada dokter Anda tentang cara perawatan penderita diabetes.
  • Jika diet dan olahraga tidak membantu menjaga kadar gula darah Anda pada tingkat yang normal atau mendekati normal, maka dokter mungkin akan meresepkan obat. Karena obat-obatan ini bertujuan membantu menurunkan kadar gula darah secara berbeda, dokter mungkin memberikan lebih dari satu obat.
  • Namun Anda mungkin juga perlu untuk mendapatkan insulin jika gula darah Anda tidak dapat dikontrol dengan salah satu obat-obatan. Insulin harus disuntikkan di bawah kulit, bisa dengan jarum suntik, pena insulin, atau pompa. Insulin tidak dapat diambil melalui minum/oral karena asam dalam lambung akan menghancurkan insulin.

Baca juga : Buah yang boleh dan baik untuk Diabetes

Pencegahan komplikasi

Dokter mungkin juga meresepkan obat atau bentuk perawatan lain untuk mengurangi beberapa resikko komplikasi umum diabetes, termasuk:

  1. penyakit mata
  2. Penyakit ginjal
  3. penyakit jantung dan stroke

Perawatan

Orang dengan diabetes lebih mungkin memiliki masalah kaki dari pada orang yang sehat. Kerusakan saraf diabetes bisa membuat penderita kurang bisa merasakan tekanan pada kaki sampai infeksi yang parah.

Diabetes juga dapat merusak pembuluh darah.Hanya luka kecil di kulit bisa berubah menjadi luka kulit yang lebih dalam(borok). Anggota badan yang terkena mungkin perlu diamputasi jika borok(ulkus) di kulit ini tidak sembuh atau semakin menjadi lebih besar, lebih dalam, atau terinfeksi.

Untuk mencegah masalah pada kaki untuk penderita DM tipe 2 :

  1. Berhenti mer*kok
  2. Meningkatkan kontrol gula darah
  3. Tes kaki oleh dokter setidaknya dua kali setahun dan berlatih jika Anda memiliki kerusakan saraf.
  4. Memeriksa dan merawat kaki  setiap hari. Hal ini sangat penting ketika sudah memiliki masalah saraf , masalah kerusakan pembuluh darah kerusakan atau masalah kaki.
  5. Mengobati infeksi ringan segera.
  6. Gunakan pelembab lotion pada kulit kering.
  7. Pastikan Anda memakai  sepatu yang cocok. Tanyakan kepada dokter jenis sepatu yang tepat untuk Anda.

“Diabetes adalah penyakit seumur hidup dan belum ada obatnya. Namun beberapa orang dengan diabetes tipe 2 tidak membutuhkan obat lagi ketika mereka berhasil menurunkan berat badan dan menjadi lebih aktif. Pada saat mereka mencapai berat badan yang ideal untuk mereka, insulin tubuh dan diet yang sehat mereka dapat mengontrol kebali kadar gula darah mereka.”

Kemungkinan Komplikasi

Setelah bertahun-tahun, diabetes dapat menyebabkan masalah serius, termasuk :

  1. Bisa memiliki masalah mata, termasuk kesulitan melihat terutama pada malam hari, dan sensitiv terhadap cahaya. Bahkan bisa menjadi buta.
  2. Kaki dan kulit dapat mengembangkan luka dan infeksi. Setelah waktu yang lama, kaki atau kaki mungkin perlu diamputasi. Infeksi juga dapat menyebabkan rasa sakit dan gatal-gatal di bagian tubuh lain.
  3. Diabetes bisa membuat lebih sulit  mengontrol tekanan darah dan kolesterol. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan darah menjadi sulit untuk mengalir menuju kaki.
  4. Saraf dalam tubuh bisa rusak, menyebabkan rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa.
  5. Karena terjadi kerusakan saraf, maka Anda bisa memiliki masalah mencerna makanan. Anda juga bisa merasakan kelemahan atau kesulitan pergi ke kamar mandi. kerusakan saraf bisa membuat lebih sulit bagi pria untuk dapat er3k5i.
  6. Gula darah yang tinggi plus  masalah lainnya dapat menyebabkan kerusakan ginjal . Ginjal  mungkin bisa tidak dapat bekerja lagi untuk menjalankan fungsinya/berhenti bekerja.

Pencegahan

Anda dapat  mencegah diabetes tipe 2 dengan cara mendapatkan berat badan yang sehat. Anda bisa mendapatkan berat badan yang sehat dengan cara makan-makanan sehat, mengendalikan ukuran porsi makan, dan bergaya hidup aktif atau berolahraga rutin. Referensi : www.nlm.nih.gov/medlineplus/

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *