Penyebab Sulit BAB(Sembelit) dan Cara mengatasinya

Mengatasi sulit Buang air besarBAB atau Buang Air Besar adalah salah satu dari sekian banyak proses alami yang harus dilakukan oleh tubuh agar terjadi keberlangsungan hidup. Jika salah satu dari sekian banyak fungsi tersebut ada yang terganggu, maka tentu saja hidup kita juga akan terganggu. Ada 3 gangguan BAB yang umum dikenal masyarakat, termasuk BAB tidak teratur, diare, dan sembelit atau konstipasi. Namun dalam artikel ini kita akan membahas tentang penyebab sembelit, konstipasi, BAB tidak teratur, dan BAB yang normal. Agar kita tidak memvonis diri sendiri bahwa sedang menderita sembelit atau konstipasi, sulit BAB, sebaiknya kita mengenal apa dan bagaimana gangguan sulit BAB, dan BAB yang normal.

Advertisement

BAB yang Normal, Sulit BAB, Sembelit atau konstipasi

Kebiasaan dan frekwensi BAB tiap individu berbeda-beda. Hal ini mungkin tergantung dari bagaimana mereka membiasakan diri, makanan atau diet sehari-hari, asupan cairan yaitu kebiasaan minum minuman,  pola makan, atau kecepatan pergerakan usus. Secara umum, keteraturan BAB yang masih dikatakan wajar adalah mulai dari 3 kali sehari sampai 3 hati sekali. Jadi jika Anda merasa memiliki kebiasaan BAB yang masih dalam range tersebut, sebaiknya  tidak usah terlalu risau kecuali kalau merasakan cukup rasa tidak nyaman.

Tadi kita menyinggung kebiasaan diet yang berpengaruh. Kebiasaan diet disini artinya asupan makanan yang bersifat seperti apa yang Anda konsumsi sehari-hari, apabila Anda cenderung mengonsumsi makanan tinggi serat  dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan, maka hal ini akan baik bagi kesehatan Anda khususnya yang berhubungan dengan frekwensi BAB yang normal.  Kecenderungan asupan cairan yang banyak seperti air putih juga mempengaruhi BAB yang sehat dan wajar. Probiotik adalah salah satu asupan makanan yang mengandung bakteri baik yang bermanfaat melancarkan fungsi pencernaan. Bakteri yang palign digunakan sebagai probiotik oleh industri makanan kesehatan adalah Lactobacillus acidophillu, yaitu strain Bakteri yang umumnya digunakan untuk produk olahan susu seperti yoghurt dll.

Apa Penyebab susah buang air besar atau konstipasi?

Secara patofisiologi, konstipasi atau sulit BAB dapat dibagi menjadi 2 yaitu konstipasi primer dan sekunder. Konstipasi primer bisa diartiken sebagai konstipasi yang tidak dikarenakan oleh kelainan organik dan biokimiawi, dan konstipasi sekunder adalah jenis konstipasi yang disebabkan oleh suatu penyakit  atau kondisi lain. Konstipasi primer dbisa digolongkan menjadi 3  yaitu:

  1. Konstipasi dengan waktu transit normal (konstipasi fungsional) Yaitu dengan ciri-ciri masih bisa merasakan mulas sebagai sensasi mau BAB, hanya saja sulti dikeluarkan karena fesesnya keras.
  2. Konstipasi dengan waktu transit lambat (slow transit constipation) Yaitu dengan ciri-ciri tidak merasa mulas atau tidak merasa ingin BAB sama sekali padahal sudah lebih dari ambang frekwensi BAB normal, namun merasakan rasa tidak nyaman atau kembung pada perut.
  3. Konstipasi karena disfungsi anorektal (dasar panggul). Umumya terjadi pada wanita yang terlalu sering melahirkan karena otot dasar panggulnya lemah.

Usus malas, penyebab sulit buang air besar yang perlu diwaspada

Konstipasi dengan waktu transit lambat (slow transit constipation adalah penyebab konstipasi yang patut diwapadai. Usus malas adalah suatu kondisi tubuh yang tidak dibawa sejak lahir, tapi tercipta akibat dari kebiasaan tertentu dari individu tersebut. Kebiasaan buruk penyebab sindrom usus malas termasuk kurang berolahraga, diet makanan yang tidak sehat dan kurang serat. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi flora didalam usus yang seiring berjalannya waktu akan membuat usus  jadi malas dan menjadi penyebab utama konstipasi atau sembelit sertta BAB tidak normal/tidak teratur. Namun kabar baiknya sindrom usus malas ini bukanlah kondisi yang berlangsung selamanya, artinya bisa pulih ketika individu mulai merubah diet dan gaya hidup ke arah yang sehat. Jadi mulailah membiasakan cara hidup yang sehat sejak sekarang.

Jangan lewatkan baca ini ==>  Cara Alami yang Ampuh untuk Membersihkan Usus.

Saatnya pergi kedokter

Apabila sudah merubah kebiasaan diet, menambah asupan cairan, minum probiotik dan mengonsumsi makanan berserat dirasa tidak bisa membantu, sebaiknya datanglah memeriksakan diri kedokter agar mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat.

JIka Anda merasakan minimal 2 dari enam gejala berikut, sebaiknya segera ke dokter :

  1. Frekuensi  BAB kurang dari 3 kali selama 1 minggu
  2. Harus mengejan dengan kuat sekali saat BAB
  3. Feses selalu keras
  4. Sensasi tersumbat di sekitar rectum
  5. BAB yang terasa tidak tuntas
  6. Harus menggunakan tangan untuk membantu mengeluarkan feses

Nah demikian tentang sulit buang air besar atau sembelit / konstipasi, beserta penyebab dan cara pengobatannya. Tidak terlalu khawatir tentang kondisi tubuh, tetap tenang dan terus melakukan pengobatan dengan semestinya.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *