Penyebab, Gejala, jenis-jenis, dan pengobatan Kanker(lengkap)

penyebab, gejala, pengobatan kankerKanker adalah jenis penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang diluar kendali. Terdapat lebih dari 100 jenis kanker , dan masing-masing digolongkan berdasarkan jenis sel awal yang terpengaruh.

Advertisement

Kanker akan menyebabkan dampak yang merugikan tubuh ketika sel-sel berubah atau membelah tak terkendali yang kemudian membentuk benjolan atau yang disebut jaringan tumor; kecuali dalam kasus leukemia, dimana kanker mencegah fungsi darah yang normal dengan membelah sel yang abnormal didalam aliran darah.

Tumor bisa berkembang dan mengganggu sistem pencernaan, saraf, dan peredaran darah, bahkan mereka juga dapat melepaskan hormon yang mengubah fungsi tubuh. Tumor yang berada di satu tempat dan terlihat tumbuh terbatas umumnya dianggap jinak.

Tumor dapat terbentuk menjadi lebih berbahaya, atau tumor ganas ketika dua hal ini terjadi :

  1. Sel kanker berhasil menyebar keseluruh tubuh melalui darah atau sistem limfatik, dan menghancurkan jaringan sehat dalam satu proses yang disebu dengan invasi.
  2. Sel kanker yang berhasil membelah dan berkembang berhasil membuat pembuluh darah baru untuk memberi makanan kepada dirinya sendiri,  proses yang disebut dengan angiogenesis.

Ketika tumor berhasil menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain, mulai tumbuh, menyerang dan menghancurkan jaringan yang sehat yang lainnya, ini dikatakan kanker telah menyebar. Proses ini disebut metastasis, dan hasilnya adalah kondisi serius yang sudah sangat sulit untuk diobati.

Menurut American Cancer Society, kanker merupakan penyebab kematian yang paling umum kedua yang  menyumbang hampir 1 dari setiap 4 kematian di AS. WHO memperkirakan bahwa di seluruh dunia  ada sekitar 4 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta kematian terkait kanker pada tahun 2012.

Berikut Penyebab, jenis, Gejala dan pengobatan untuk menyembuhkan Kanker

Jenis kanker

Dikatakan ada lebih dari 200 jenis kanker, dan berikut beberapa jenis kanker yang paling umum :

  • Kanker kandung kemih
  • Kanker payud*r*
  • Kanker serviks
  • Kanker usus besar
  • Kanker kolorektal
  • kanker tulang
  • kanker endometrium
  • Kanker darah/Leukemia
  • Kanker hati
  • Kanker limfoma
  • Kanker ovarium
  • Kanker pankreas
  • Kanker prostat
  • Kanker usus
  • Kanker tiroid

 

Penyebab kanker

Kanker merupakan bentuk dari sel-sel yang tumbuh tak terkendali dan tidak mati . Sementara itu sel-sel tubuh yang normal hidup mengikuti alur pertumbuhan yang tertib dan akhirnya mengalami kematian. Kematian sel yang sudah ada dalam program disebut dengan apoptosis, dan ketika proses ini sudah rusak maka kanker mulai terbentuk. Tidak seperti sel normal pada umumnya, sel kanker tidak mengalami proses apoptosis atau kematian, tapi malah justru terus tumbuh dan membelah. Hal inilah yang menyebabkan sel tumbuh abnormal di luar kendali.

Gen – jenis DNA

Sel bisa mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali jika ada mutasi DNA. Oleh karena itu, perubahan pada gen terlibat dalam pembelahan sel.

Ada 4 jenis gen utama yang bertanggung jawab untuk proses pembelahan sel, yaitu onkogen memberitahu sel ketika membelah, gen supresor tumor memberitahu sel kapan ketika tidak membelah, gen b*n*h diri yang mengontrol apoptosis dan memberitahu sel untuk memb*n*h dirinya jika terjadi kesalahan, dan DNA repair gen  yang menginstruksikan sel untuk memperbaiki DNA yang rusak.

Kanker terjadi ketika mutasi gen sel yang membuat sel tidak dapat memperbaiki kerusakan pada DNA dan tidak dapat melakukan b*n*h diri. Demikian juga bahwa kanker adalah hasil dari mutasi yang menghambat fungsi onkogen dan gen supresor tumor, yang juga menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Zat karsinogen

Kenapa karsinogen dikatakan menyebabkan kanker? Karena karsinogen merupakan zat yang secara langsung merusak DNA, mempromosikan atau membantu sel kanker. Senyawa dari asap temb*kau, asbes, arsen, serta radiasi sinar x, sinar matahari, dan zat-zat dari polusi seperti asap knalpot dsb merupakan contoh-contoh zat karsinogen. Ketika tubuh kita terpapar karsinogen, maka radikal bebas akan terbentuk yang lkemudian berusaha mencuri elektron dari molekul lain yang ada di dalam tubuh. Radikal bebas merusak sel-sel dan mempengaruhi kemampuan mereka untuk berfungsi secara normal. Untuk itu, ketahui juga makanan-makanan tinggi antioksidan untuk menangkal dampak radikal bebas.

Genetika/riwayat keluarga

Sel kanker juga bisa sebagai hasil dari predisposisi genetik yang diwariskan dari silsilah keluarga. Hal ini karena dimungkinkan seseorang dilahirkan dengan mutasi genetik tertentu atau kesalahan gen yang membuatnya lebih mungkin mengembangkan kanker di kemudian hari.

Baca juga:  Waspadai Gejala Tifus, ini cara pencegahan dan pengobatannya

Kanker dan faktor medis lainnya

Seiring peningkatan usia, meningkat juga kemungkinan mutasi DNA penyebab kanker dalam tubuh kita, sehingga usia juga merupakan faktor risiko penting untuk kanker. Beberapa virus juga telah dikaitkan dengan terbentuknya kanker seperti  HPV (human papillomavirus ) yang menyebabkan kanker serviks, dan hepatitis B dan C (penyebab kanker hati). Human immunodeficiency virus atau HIV – adalah hal lain yang menekan atau melemahkan sistem kekebalan tubuh – yang  menghambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sehingga bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker.

Diagnosa Dokter

  • Deteksi kanker sejak dini  dapat sangat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan dan dapat bertahan hidup. Dokter akan menggunakan informasi dari gejala dan beberapa prosedur lain untuk mendiagnosa kanker.
  • Dokter menggunakan teknik pencitraan seperti X-ray, CT scan , MRI scan dan ultrasound secara teratur untuk mendeteksi keberadaan tumor dan organ apa yang dipengaruhi.
  • Dokter juga dapat melakukan endoskopi, yaitu cara medis yang menggunakan tabung kecil dengan kamera dan cahaya di  ujungnya untuk mencari kelainan dalam tubuh.
  • Dokter juga dapat  mengambil sampel sel kanker, mengekstraksi dan melihatnya menggunakan mikroskop yang disebut biopsi – merupakan satu-satunya cara mutlak untuk mendeteksi kanker.
  • Cara pendeteksian kanker lainnya yang juga sering digunakan adalah tes diagnostik molekuler. Dokter akan menganalisis gula, lemak, protein, dan DNA tubuh pada tingkat molekuler.
  • Baik diagnostik molekuler, biopsi, dan teknik pencitraan semua bisa digunakan secara bersama-sama untuk mendiagnosa kanker.

Setelah diagnosis dibuat, dokter akan mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar dan menentukan stadium kanker. Kategorisasi tahapan kanker sederhana yaitu dari 0 sampai 4, di mana angka yang lebih rendah menunjukkan penyebaran kanker yang masih sedikit.

Gejala kanker

Gejala kanker berbeda-beda  dan bisa tergantung pada di mana kanker itu berada, penyebarannya, dan seberapa besar tumor. Beberapa jenis kanker bisa dirasakan atau dilihat melalui kulit – misalnya ada benjolan pada pay*dara atau test*s bisa menjadi indikator kanker di lokasi tersebut. Kanker kulit (melanoma) sering diketahui melalui perubahan kutil atau tahi lalat di kulit. Beberapa kasus kanker mulut menimbulkan bercak atau bintik putih di dalam mulut atau di lidah.

Kanker jenis lainnya memiliki gejala fisik yang kurang jelas. Beberapa jenis tumor otak cenderung akan menunjukkan gejala awal karena mempengaruhi fungsi kognitif yang penting. Kanker pankreas biasanya menyebabkan gejala yang terlalu sedikit hingga menyebabkan rasa sakit ketika telah menekan saraf terdekat atau menyebabkan menguningnya kulit dan mata yang disebut penyakit kuning ketika mengganggu fungsi hati. Gejala juga bisa terlihat ketika tumor tumbuh dan menekan posisi organ-organ dan pembuluh darah. Misalnya, kanker usus besar menyebabkan gejala seperti sembelit, diare, dan perubahan ukuran tinja. Kanker kandung kemih atau kanker prostat menyebabkan perubahan fungsi kandung kemih, misalnya orang menjadi lebih sering atau jarang buang air kecil.

Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening bisa menjadi gejala, meskipun kelenjar getah bening juga bisa membengkak ketika melawan infeksi seperti demam atau flu.
Karena sel-sel kanker menggunakan energi tubuh dan mengganggu fungsi normal hormon, maka sangat mungkin menimbulkan gejala seperti demam, kelelahan, keringat berlebihan, anemia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Namun, gejala-gejala ini juga umum pada beberapa penyakit lain juga. Misalnya, batuk dan suara serak dapat menunjukkan sakit radang paru-paru atau bisa menunjukkan kanker tenggorokan. Penyakit autoimun beberapa gejalanya juga mirip kanker.

Ketika kanker sudah menyebar atau bermetastasis, gejala tambahan dapat muncul di daerah tubuh yang baru terkena. Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening kemungkinan akanmuncul ketika kanker mulai menyebar.

Jika kanker menyebar ke otak, pasien mungkin juga mengalami vertigo , sakit kepala , hingga kejang. Jika kanker menyebar ke paru-paru dapat menyebabkan batuk dan sesak napas. Selain itu, liver bisa membengkak dan menyebabkan penyakit kuning, sementara tulang juga bisa menjadi sakit, rapuh, dan mudah patah. Gejala metastasis akhirnya tergantung pada lokasi dimana kanker itu telah menyebar.

Pengobatan kanker

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *