7 Mitos tentang Perawatan Kulit yg wajib diketahui

Mitos perawatan kecantikan kulitHanya sedikit orang yang tidak ingin memiliki kulit awet muda dan halus, dan mulus. Tetapi apakah biaya perawatan yang umumnya mahal, seperti cream, laser, dan facial benar-benar bisa diandalkan? Tidak selalu penggunaan bahan atau cara perawatan kosmetik yang mahal dapat menghasilkan sesuatu yang diidamkan, bahkan banyak yang merupakan mitos bahkan tak jarang menimbulkan efek samping yang lebih buruk.

Advertisement

Berikut adalah7 mitos tentang perawatan kulit,  yang sebaiknya dihentikan daripada hanya membuang-buang uang dan waktu.

1. Vitamin E bisa memudarkan bekas luka

Semua bukti yang mendukung mitos ini adalah anekdot. Supaya bisa benar-benar bisa mengurangi  bekas luka, Anda harus mengeluarkan dana tak sedikit untuk operasi perbaikan luka parut, atau perawatan laser resurfacing; namun semua ini hanya bisa mengurangi, tidak menghilangkan. Untuk menghilangkan bekas luka keloid, suntikan steroid bisa meratakannya dan mengurangi kemerahan, tetapi mungkin memerlukan suntikan bertahun-tahun.

Sebaiknya untuk penyembuhan luka terbuka, cuci daerah luka dua kali sehari menggunakan sabun dan air danmengoleskan petroleum jelly hingga benar-benar sembuh. Setelah Anda memiliki bekas luka, penelitian telah menemukan bahwa orang dapat menguranginya dengan silikon gel. Untuk bekas luka diwajah, seperti bekas jerawat, Fraxel atau bentuk perawatan laser yang sangat efektif.

2. Semakin tinggi SPF akan lebih baik untuk melindungi kulit?

Sun Protection Factor (SPF) mengukur seberapa banyak sinar UVB ,  contoh tabir surya block sunblock dengan SPF 50 block 98 persen dari sinar UVB(yang menyebabkan kulit terbakar). Namun Anda juga perlu untuk melindungi diri dari kedua jenis sinar yaitu UVA dan UVB. Sinar UVA bisa meningkatkan resiko melanoma. Sunblock SPF yang lebih tinggi bisa menciptakan rasa aman palsu dengan mencegah kulit terbakar, karena masih memungkinkan sinar UVA masuk.

Sebaiknya : Kunci untuk memilih tabir surya, selain SPF 30 atau lebih,  cari tabir surya spektrum luas yang mencakup beberapa kombinasi bahan block UVA  termasuk zinc oxide, titanium dioksida, avobenzone, ecamsule, dan oxybenzone. Hindari sinar matahari antara pukul 10:00-04:00, dan tetap kenakan topi, kacamata hitam, dan pakaian lengan panjang.

3. Makanan berminyak  penyebab Jerawat

Makanan berlemak mungkin tak bagus untuk ukuran pinggang Anda, tapi makanan berminyak bukanlah hal yang menyebabkan jerawat di wajah Anda. Makanan berminyak menyebabkan jerawat hanyalah mitos. karena faktanya, faktor genetika, produksi minyak, hormon, pori-pori tersumbat, bakteri, dan obat-obatan seperti pil KB dan lithium adalah yang menyebabkan jerawat. Makan makanan berlemak tidak menyebabkan jerawat, tapi bekerja di sekitar lemak seperti di dapur malah dapat menyebabkan jerawat karena minyak dapat menempel pada pori-pori kulit dan menutupnya.

Sebaiknya: Makanan berminyak mungkin bisa bertanggung jawab untuk masalah lain, tetapi penelitian telah menemukan bahwa makanan dengan karbohidrat tinggi dan susu terkait dengan jerawat. Jadi lakukan kebaikan untuk kulit Anda dengan menghindari karbohidrat berat dan mengurangi konsumsi susu jika Anda mengalami jerawat.

Baca juga:  Diet Pisang ala Jepang untuk menurunkan berat badan

4. Sabun antibakteri apakah lebih baik?

Tidak banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sabun antibakteri lebih baik daripada sabun biasa. Bahkan paparan triclosan dan triclocarban(dua bahan aktif dalam produk antimikroba) dalam jangka panjang dapat mengganggu kadar hormon tiroid, estrogen, dan testosteron, dan juga dapat membuat bakteri triclosan semakin kebal.

Sebaiknya: Gunakan sabun biasa dan air, mencuci tangan sampai bersih selama minimal 30 detik, dan menghindari produk yang menggunakan triclosan.

5. Produk kulit “Natural” Apakah Aman

Banyak perusahaan yang menyalahgunakan kata “natural” untuk strategi pemasaran mereka. Sehingga kita tidak bisa benar-benar yakin jika bahan yang digunakan dikatakan “alami” benar-benar “aman” dibanding dengan produk lainnya. Selain itu, “all natural” tidak selalu hal yang baik.  Pada beberapa produk alami mungkin lebih rentan terhadap kontaminasi mikroba.

Sebaliknya: Produk alami tidak semuanya buruk, atau semuanya baik. Bahan-bahan seperti minyak argan, reservatrol, dan teh hijau memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kulit. Namun, beberapa produk lain juga memasukkan bahan sintetis.

Apakah Facial baik untuk Kulit?

Ada banyak harapan yang tidak realistis tentang anti penuaan, anti jerawat jika bicara tentang facial. Facial biasanya tidak akan banyak melakukan untuk kulit Anda. Buruknya lagi, mempergunakan satu ukuran untuk semua wajah justru dapat menyebabkan jerawat atau reaksi alergi yang parah, dan abrasi kulit. Bahan kimia dan Mikrodermabrasi bersifat abrasif, sehingga bisa menipiskan kulit seiring dengan rutinitas penggunaan.

Sebaiknya : Dapatkan perawatan wajah yang dilakukan ahli yang berpengalaman dan yang tahu kondisi kulit Anda, serta membatasi perawatan tidak lebih dari satu kali per bulan. Atau cobalah perawatan terfokus, seperti botox atau laser resurfacing, yang akan menuju arah hasil tertentu sesuai yang Anda harapkan.

Krim, Laser, dan Bedah mengurangi Selulit

Anda sudah mendapatkan keringat di treadmill, mengoleskan krim, dan menderita melalui perawatan laser yang menyakitkan untuk  menyingkirkan dan lesung pada paha dan pant*t. Sayangnya, tidak ada solusi permanen untuk selulit. Selulit(ketika lapisan lemak menempel di atas jaringan ikat dan menciptakan efek berlekuk-lekuk pada kulit), disebabkan oleh genetika; erlepas dari berat badan, meskipun kelebihan berat badan dapat membuat selulit lebih tampak jelas. Laser dan krim akan mengurangi tampilan selulit untuk sementara, dan tidak permanen. Bahkan sedot lemakpun tidak akan menyingkirkan selulit, bahkan berpotensi membuatnya menjadi  terlihat lebih buruk.

Sebaiknya: Sejenis terapi laser baru yang dikenal dengan Cellulaze telah dilihat memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Hal ini memerlukan memasukkan laser di bawah kulit untuk mencairkan sel-sel lemak dan memotong serat yang menciptakan lekukan. Namun, perawatan ini tergolong mahal dan masa pemulihan bisa menyakitkan.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *