Manfaat Pete buat Kesehatan dan efek sampingnya

Manfaat pete dan efek sampingnyaPete yang berasal dari genus Parkia Speciosa adalah tanaman tropis asli dari kawasan Asia Tenggara terutama Malaysia, Indonesia, Pilipina, dan Thailand . Kacang petai ini biasa dikonsumsi baik ketika masih mentah ataupun setelah dimasak. Walaupun tak sedikit yang tak suka makan pete karena baunya yang menyengat, namun makanan ini telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes, hipertensi, dan masalah ginjal.

Advertisement

Kacang pete diketahui mengandung mineral dan vitamin termasuk zat besi, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C, dan memiliki banyak khasiat pencegahan penyakit. Ekstrak dari polong(kulit) dan kacang (biji pete) memiliki kandungan tinggi antioksidan kuat jenis polifenol, fitosterol, dan flavonoid yang dikenal melindungi kesehatan dari penyakit akibat radikal bebas seperti kanker, jantung, darah tinggi dan diabetes.

Pete juga dikenal dapat membantu diabetes dengan cara menurunkan kadar gula darah karena memiliki efek hipoglikemik oleh adanya kandungan senyawa β -sitosterol, stigmasterol, dan stigmast-4-en-3-one. Sementara itu pete juga menunjukkan aktivitas antibakteri karena adanya senyawa polysulfide siklik, dan memiliki sifat antikanker karena adanya asam tiazolidin-4-karboksilat.

Penelitian yang sedang berlangsung telah menunjukkan bahwa petai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat medis.

Berikut manfaat, kandungan nutrisi serta senyawa dan khasiat pete buat kesehatan kita

Kandungan nutrisi dan fitokimia

Biji pete mengandung banyak kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Pete ternyata cukup banyak mengandung vitamin C, vitamin E, dan thiamin (vitamin B  1).

Pete mengandung alkaloid dan saponin, bjuga mengandung hexathionine, tetrathiane, trithiolane, pentathiopane, pentathiocane, dan tetrathiepane yang membuat bau tajam dan rasa yang kuat pada pete, dan masih banyak lagi.

Anti kanker

Di antara sekian banyak tanaman obat, biji pete diketahui menunjukkan aktivitas antitumor. Hal ini telah dilaporkan bahwa mengkonsumsi biji mentah mengurangi kejadian kanker kerongkongan di daerah Thailand Selatan.

Ekstrak kulit/polong pete menunjukkan sitotoksisitas selektif pada kanker pay*d@ra, kanker usus besar, dan hepatocarcinoma. Sementara Ekstrak metanol biji di sisi lain tidak menunjukkan efek sitotoksik yang signifikan pada setiap baris sel kanker, tetapi subextract etil asetat dari ekstrak metanol menunjukkan sitotoksisitas selektif pada hormon sel kanker pay*dara sensitif. Namun temuan ini tidak konklusif karena penelitian mengggunakan ekstrak kasar daripada senyawa murni.

Pengembangan tumor selalu dikaitkan dengan respon imun tubuh. Peningkatan sistem kekebalan tubuh meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan perkembangan tumor serta penyakit menular. Senyawa dengan kemampuan untuk meningkatkan mitogenesis limfosit mungkin memiliki potensi untuk digunakan sebagai agen antitumor.

Angiogenesis adalah proses penting yang terlibat dalam berbagai kondisi fisiologis dan patologis seperti metastasis tumor padat. Dan Ekstrak metanol polong pete segar menunjukkan aktivitas antiangiogenic.

Mencegah penyakit kardiovaskular seperti darah tinggi, stroke, dan jantung

Rebusan dari akar pete sudah digunakan sebagai obat tradisional di Malaysia untuk mengobati hipertensi, namun sejauh ini masih belum ada bukti penelitian yang mendukung.  Hipertensi dapat meningkatkan risiko aterosklerosis (pengerasan arteri), penyumbatan arteri yang mengarah ke serangan jantung dan stroke. Angiogenesis yang terkandung dalam polong pete dapat menghambat atau mengurangi perkembangan aterosklerosis, namun hasil masih perlu untuk dieksplorasi lebih lanjut. Baca juga : Top 10 Makanan Bermanfaat membersihkan Pembuluh darah

Baca juga:  Manfaat Daun dan Buah Kelor untuk Kesehatan

Menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah infeksi saluran kemih

Biji atau kacang pete telah digunakan penduduk Malaysia Barat untuk mengobati gangguan ginjal yang diyakini sebagai infeksi saluran kemih. Namun studi mengenai efek antimikroba dari pete masih kurang. Ekstrak biji menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri jenis H.pylori(penyebab umum masalah infeksi usus). Penelitian sebelumnya juga menunjukkan kemampuan ekstrak biji pete menghambat pertumbuhan bakteri  H. pylori, sedangkan ekstrak etil asetat efektif terhadap bakteri E.coli(penyebab umum diare). Namun hal ini tidak memiliki efek pada bakteri Salmonella.

Secara umum biji pete lebih efektif terhadap bakteri jahat. Sifat antibakteri adalah karena adanya kandungan  hexathionine dan trithiolane, dua senyawa polysulfide siklik dalam biji pete.

Anti diabetes

Diabetes adalah istilah umum yang menggambarkan suatu penyakit dengan kadar tinggi glukosa darah atau hiperglikemia, yang bisa terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi untuk memetabolisme glukosa dengan benar. Ada dua jenis diabetes mellitus tipe  dan tipe 2. Type 1 terjadi ketika pelepasan insulin yang rendah karena rusaknya sel-sel pankreas, sedangkan ada tipe 2, tubuh gagal  menggunakan insulin dengan benar atau kurang responsif terhadap insulin.

Dua senyawa pitisterol yaitu Β Sitosterol dan stigmasterol yang terkandung dalam biji pete mungkin bertanggung jawab atas aktivitas hipoglikemik(menurunkan kadar glukosa darah). Baca juga : Manfaat Pare untuk Penderita Diabetes dan cara penggunaannya

Manfaat antioksidan

Stres oksidatif akibat radikal bebas terjadi secara alami sebagai efek metabolis, namun polusi lingkungan akan semakin memperburuk dan berperan penting untuk berbagai macam kondisi patologis seperti hipertensi, kanker, aterosklerosis, dan diabetes. Namun untungnya tubuh memiliki mekanisme pertahanan diri dari dampak buruk radikal bebas dengan bantuan zat yang disebut dengan zat antioksidan. Nah, pete adalah salah satu tanaman sumber antioksidan kuat jenis polifenol, fitosterol, dan flavonoid yang memiliki efek kuat menangkal radikal bebas penyebab sejumlah masalah kesehatah serius.

Efek samping

  1. Sejauh ini belum ditemukan efek toksisitas pada pete, dan dikatakan masih aman/ tak menyebabkan keracunan untuk mengkonsumsi 30 biji hampir setiap hari. Meskipun demikian, asam jengkol dalam biji pete mungkin dapat menyebabkan penyumbatan pada ureter.
  2. Pete telah dikenal mengandung purin yang tinggi, sehingga tak baik jika dikonsumsi oleh penderita penyakit asam urat.
  3. Pete mengandung zat tannin cukup tinggi. Zat tannin diketahui berpotensi mengurangi daya cerna protein asam amino sehingga tidak dianjurkan bagi anak-anak karena dapat menghambat pertumbuhan mereka.

Referensi :

  1. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3730359/
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Parkia_speciosa

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *