Manfaat LUARBIASA Menyusui ASI eksklusif bagi Ibu dan Bayi

manfaat menyusui ASI untuk Bayi dan IbuMemilih untuk memberikan susu formula ataukah ASI kepada bayi adalah keputusan pribadi, yang mungkin sudah dipertimbangkan masak-masak oleh semua Ibu. Hal ini memang wajar karena akan menjadi salah satu keputusan penting pertama yang seorang ibu baru harus buat. Namun, WHO telah merekomendasikan bahwa ASI adalah hal terbaik yang bisa ibu berikan kepada bayi. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangatlah penting yang memiliki rentang dan efek yang tahan lama terhadap kesehatan dan perkembangan bayi Anda. Kabar baiknya lagi, Memberikan ASI ternyata banyak memberikan manfaat kesehatan bukan hanya untuk bayi saja, tetapi ibu juga akan mendapat manfaat yang tak kalah hebatnya.

Advertisement

Baca juga :Top 9 Makanan yang Baik untuk Meningkatkan ASI

Berikut Top manfaat ASI yang luarbiasa untuk sekaligus kesehatan Bayi dan Ibunya

Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi secara lebih baik

ASI ternyata terdiri dari gabungan protein, lemak, vitamin dan karbohidrat yang sempurna, sehingga bisa membantu bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. ASI juga mengandung leukosit serta antibodi, enzim, dan hormon  yang membuatnya menjadi makanan ideal untuk bayi baru lahir.

Jenis Protein dalam ASI memiliki sifat yang mudah dicerna serta memiliki sifat anti infeksi yang tinggi.

Kalsium dan zat besi dalam ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang yang sehat juga bersifat lebih mudah diserap tubuh bayi. ASI juga mengandung jenis lemak sehat yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan otak, retina dan sistem saraf bayi.

Laktosa, adalah jenis karbohidrat penting yang ditemukan dalam ASI, bermanfaat penting untuk meningkatkan penyerapan kalsium, magnesium dan mineral lainnya di usus bayi.

Meningkatkan Sistem kekebalan tubuh Bayi

Alergi makanan, eksim dan asma pada umumnya jarang terjadi pada bayi yang mendapatkan asupan ASI selama setidaknya empat bulan pertama. Hal ini disebabkan terutama karena kolostrum atau air susu pertama yang diproduksi ibu dalam beberapa hari pertama setelah mereka melahirkan.

ASI rendah lemak, tinggi protein, yang memiliki pengaruh positif terhadap respon imun dan jaringan limfoid bayi. Dengan demikian akan membuat bayi lebih tahan terhadap bakteri, virus, dan jenis bakteri patogen lainnya. Selain itu, ASI juga bermanfaat meningkatkan manfaat dari vaksinasi.

Stud  yang dipublikasikan dalam Journal of American Osteopathic Association 2006 menemukan bahwa asupan  ASI akan memberikan perlindungan kekebalan tubuh dan membantu mencegah berbagai penyakit pada periode prenatal.

Sebuah hasil 2015 studi terbaru yang diterbitkan Clinical and Experimental Allergy melaporkan bahwa ASI mengandung bermacam-macam molekul yang bisa mempengaruhi respon imun dalam usus yang terkait dengan jaringan limfoid dari neonatus.

Bayi memiliki IQ yang lebih baik

Bayi yang diberi ASI diketahui memiliki  IQ (inteligent Quotient) yang lebih tinggi daripada bayi yang diberikan susu formula .

Manfaat ASI untuk kognitif ini terkait dengan asam lemak  ganda yang terdapat dalam ASI, khususnya docosahexaenoic acid (DHA) dan asam arakidonat. Jenis  protein tertentu dalam ASI juga membantu mempromosikan perkembangan otak yang baik.

Satu studi yang diterbitkan di Archives of General Psychiatry   2008 melaporkan bahwa pemberian ASI  eksklusif meningkatkan perkembangan kognitif pada anak.

Menurunkan Risiko Sindrom Bayi Mati Mendadak

Memberikan ASI eksklusive setidaknya enam bulan bisa membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak pda bayi berusia kurang dari 1 tahun, yang penyebab pastinya tidak dapat ditemukan.

Sebuah pnelitian  yang diterbitkan  Journal of Pediatrics 2009 sangat menganjurkan untukmemberikan ASI sampai bayi berusia 6 bulan untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak.

ASI memberikan manfaat bayi bisa terbangun lebih mudah, yang pada gilirannya melindungi dari sindrom ini. Selain itu, menyusui ASI juga membantu dalam membangun sistem kekebalan tubuh yang akan melindungi bayi dari masalah infeksi.

Mengurangi Risiko Kanker pada Ibu

Menyusui ASI uga bermanfaat mengurangi risiko kanker pada bayi dan juga ibu menyusui.

Sebuah studi baru 2015 yang diterbitkan Acta Paediatrica menemukan bahwa menyusui ASI selama lebih dari 12 bulan dihubungkan dengan penurunan risiko pengembangan kanker pay*dara dan kanker ovarium pada Ibu hingga sebesar 26 persen dan 37 persen!

Bayi Memiliki Penglihatan yang Lebih Baik

Memberikan ASI pada bayi bisa mengurangi kemungkinan anak memakai kacamata nantinya setelah ia besar.

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Institut Kesehatan Anak di London tahun 2001, menemukan bahwa anak-anak yang diberikan ASI semasa bayi memiliki penglihatan yang lebih baik daripada anak yang diberi susu formula ketika bayi.

Baca juga:  Inilah Makanan Penyubur Kandungan Terbaik

Kandungan asam lemak DHA dalam ASI yang lebih tinggi adalah alasan mengapa penglihatan anak lebih baik. DHA merupakan salah satu unsur struktural utama  pada retina mata.

ASI juga  baik untuk melawan infeksi pada mata yang di sebabkan oleh kualitas antibiotik alami di dalamnya yang tinggi.

Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan

Menyusui ASI mengurangi kecenderungan diare dan sakit perut pada bayi. Hal ini karena ASI memiliki keseimbangan nutrisi yang tepat didalamnya yang membantu bayi untuk mengembangkan sistem pencernaan yang sehat. Secara khusus, lemak dan kolostrum pada ASI kaya akan antibodi yang membantu bayi mudah beradaptasi dengan kebutuhan mereka ketika tumbuh.

Karena protein dalam ASI lebih mudah dicerna oleh usus bayi, maka ASI juga menjamin keseimbangan bakteri baik dalam usus bayi yang tepat.

Satu studi diterbitkan dalam International Journal 2004 melaporkan bahwa inisiasi dini dan ASI eksklusif melindungi bayi terhadap diare dan infeksi saluran pernapasan akut.

Masalah kembung dan gas lebih rendah pada bayi yang diberi ASI daripada yang diberi susu formula. Hal ini karena ASI dapat dikosongkan lebih cepat dari dalam usus bayi.

Menjaga Berat Badan tetap ideal

Menyusui telah dikaitkan dengan berat badan yang lebih rendah. Hal ini karena menyusui ASI membantu membakar kalori ekstra dan mengurangi lemak yang tersimpan , dengan demikian akhirnya membantu ibu memperoleh kembali  berat badan mereka sama seperti ketika belum hamil lebih cepat dan tanpa diet.

Dalam menyusui dengan ASI, seorang ibu membutuhkan kalori tambahan 400 sampai 500 kalori setiap hari untuk menghasilkan ASI yang memadai. Namun pada saat yang sama, menyusui juga membakar hingga 500 kalori per-hari.

Satu studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition menyimpulkan bahwa wanita yang memiliki berat badan yang wajar selama kehamilan yang memberikan ASI eksklusifnya sebagian besar cenderung kehilangan berat badan ekstra enam bulan setelah melahirkan.

Memberikan kesehatan mulut lebih baik pada Bayi

Menyusui dengan ASI akan membantu tulang rahang dan otot-otot saluran pernapasan bagian atas bayi berkembang,. Ini sangat penting untuk penyelarasan rongga mulut pada bayi.

ASI eksklusif selama empat sampai lima bulan bermanfaat mengurangi risiko bayi menderita maloklusi, posisi gigi yang buruk. Hal ini juga akan mengurangi risiko kerusakan gigi bayi yang disebabkan botol susu.

Satu studi 2015 yang dipublikasikan Pediatrics menyimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan akan membantu mencegah gigitan terbuka dan maloklusi.

Mengurangi Risiko terkena Diabetes

Memberikan ASI secara eksklusif  juga mengurangi risiko terjadinya diabetes pada ibu menyusui dan bahkan bayinya. Diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, kerusakan mata, hingga kerusakan kaki dan masalah kulit.

Ibu yang tanpa diabetes bisa mengurangi risiko terkena diabetes di kemudian hari, dan bagi Ibu yang sudah dengan diabetes bisa mengurangi kebutuhan  insulin dan meningkatkan kontrol glikemik. Untuk bayi, menyusui mungkin menurunkan risiko diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dikemudian hari setelah besar.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Current Diabetes Reviews th 2011, laktasi memberikan manfaat perlindungan terhadap pengembangan kedua tipe 1 dan tipe 2 diabetes di masa depan.

Studi terbaru diterbitkan Acta Paediatrica mencatat bahwa menyusui dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah hingga 32% pada ibu.

Manfaat lain

  • Jika bayi   tergantung dengan ASI untuk mendapat nutrisi yang sehat, maka bayi pada nantinya lebih memilih makanan yang sehat .
  • Menyusui ASI dapat membantu tubuh ibu untuk mengelola hormon postpartum.
  • Membantu bayi menjadi lebih ceria, karena ASI meningkatkan produksi hormon oksitosin, yaitu hormon merasa baik.
  • Menurunkan risiko osteoporosis postmenopause pada ibu.
  • Memungkinkan ibu dan bayinya untuk terikat secara emosional.
  • ASI pasti  aman, segar dan memiliki suhu yang tepat, sehingga jauh lebih mudah dan nyaman.
  • Menyusui dengan ASI menghemat waktu dan uang, karena tanpa beli kaleng susu formula serta perawatan botolnya.

Demikian beberapa manfaat penting ketika Seorang ibu memberikan ASI-nya secara eksklusif kepada bayinya.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *