Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan

Manfaat jahe merah untuk kesehatanJahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale Roxb atau Zingiberaceae Zingiberaceae Officinale Roscoe, adalah tanaman rimpang yang berdiri tegak 40 hingga 50 cm. Tanaman merupakan batang semu, akar berbentuk rimpang dengan daging berwarna merah dengan bau yang kuat. Daun jahe berbentuk menyirip dengan lebar 15-20 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun memiliki bulu halus. Bunga jahe tumbuh diujung batang, bersap-sap dan berwarna merah.  Rimpang jahe memiliki bentuk yang menggelembung dan memiliki jari-jari  yang muncul di sela-sela ruasnya. Rimpang jahe ini mengandung minyak atsiri tinggi sehingga memiliki rasa yang cukup pedas. Rasa pedas pada jahe disebabkan oleh senyawa yang dikenal dengan keton zingeron. Dan bagian inilah yang umumnya banyak dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan.

Advertisement

Kebanyakan artikel tentang jahe hanya membahas jahe hanya sebagai 1 kelompok, padahal ada 3 jenis yang dikenal yaitu jahe putih (jahe gajah) , dan jahe kuning (jahe emprit).  Hal ini memang jenis jahe yang ada memiliki nama latin yang sama yaitu officinale Zingiberaceae. Ketiga jenis jahe ini memiliki sejenis kandungan yang sama, namun dengan konsentrasi yang berbeda. Jahe gajah berukuran lebih besar tapi tidak terlalu pedas, dan jahe kuning berukuran lebih kecil namun cukup pedas dan memiliki aroma yang lebih tajam sehingga banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Sementara itu Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi sehingga rasanya paling pedas dan lebih cocok untuk bahan-bahan obat herbal. Jahe merah memiliki ukuran rimpang yang paling kecil diantara jenis jahe yang lain, dan warna merah gelap adalah ciri khusus yang memudahkan untuk membedakannya dengan jenis jahe lain.

Jahe dalam pengobatan tradisional Cina dan Arab

Jahe Merah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Cina, yang dianggap sangat manjur untuk meningkatkan kinerja limpa, lambung, dan ginjal. Selain itu juga diklasifikasikan sebagai aphrodisiac, yaitu peningkat stamina khusus bagi kaum laki-laki.

Sementara itu dalam pengobatan Arab,  Jahe merah dikatakan memiliki efek menghangatkan tubuh dan bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, keracunan makanan, dan sembelit.

Baca juga:  Fakta Gizi dan Manfaat Kacang Hitam untuk Kesehatan

Berikut banyaknya manfaat jahe merah untuk kesehatan

Meredakan asma

Jahe juga memiliki efek antihistamin yang diyakini dapat meringankan gejala asma. Meskipun jahe merah belum pernah dipelajari secara khusus dalam pengobatan asma, namun menurut DR. Suwijiyo Pramono(ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), mengatakan bahwa kemungkinan rasa hangat dari kandungan minyak esensial dalam jahe yang menyebabkan pernafasan lega bagi penderita asma.

“Pada dasarnya, jahe merah tidak mengandung zat-zat yang splasmolitika Bronko (substansi pelega saluran napas). Kemungkinan lainnya adalah efek jahe antihistamin yang menyebabkan asma mereda, ” kata DR Suwijyo. Namun, bagi orang yang menderita asma dan memiliki maag harus menghindari konsumsi jahe merah, karena gingerol-nya dapat membuat panas dan iritasi pada perut.

Sebagai afrodisiak

Bagi kaum laki-laki, jahe merah diyakini ampuh sebagai afrodisiak atau zat stimulan yang dapat membantu mengobati impot*nsi dan meningkatkan stamina atau libido.

Khasiat lain

Beberapa sifat obat dari jahe merah yang banyak disebutkan antara lain Mengatasi migrain, rasa pusing, meningkatkan sirkulasi darah, mengobati masalah pencernaan, mengatasi perut kembung, mengatasi masuk angin, nyeri rematik,  pilek, influenza, menjaga sistem kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sp*rma.

Mencegah penuaan

Sentawa farnesal yang terkandung dalam jahe merah juga mampu mencegah proses penuaan karena dapat merangsang regenerasi sel kulit.

Sebenarnya cukup banyak digambarkan khasiat jahe merah. Namun semua sifat ini masih harus dibuktikan secara ilmiah untuk memastikan apakah memang benar-benar berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tubuh.

Kehati-hatian

Selain orang yang memiliki maag, wanita hamil juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi jahe merah karena bisa membahayakan janin di dalam tubuh ibu hamil. Meskipun sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, namun jahe dikatakan baik untuk ibu menyusui karena diyakini meningkatkan ASI. Namun masih belum ada bukti ilmiah tentang manfaat ini.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *