Manfaat Flaxseed Oil untuk Ibu Hamil

Manfaat flaxseed oil bagi ibu hamilFlaxseed oil adalah produk dari ekstraksi minyak dari biji tanaman rami(flaxseed). Menurut wikipedia, tanaman ini memiliki nama binomial Linum usitatissimum, adalah anggota dari genus Linum dalam keluarga linaceae .Hal ini adalah tanaman berserat yang tumbuh di daerah beriklim dingin di dunia. Sementara biji rami sering dimanfaatkan menjadi minyak biji rami(flaxseed oil), serat yang dihasilkan tanaman ini dipintal menjadi bahan tekstil atau kain yang di barat disebut kain linen. Tanaman Flax atau Rami banyak dibudidayakan di Kanada.

Advertisement

Minyak biji rami atau flaxseed oil bisa ditemukan beberapa toko yang menjual  produk kesehatan. Hal ini dapat dibeli dalam bentuk cair, yang umumnya dikonsumsi dengan makanan atau salad, atau ada juga yang dalam bentuk pil. Falxseed oil banyak dianggap sebagai obat tradisional alami, yang dikatakan memiloiki manfaat kesehatan termasuk menurunkan kolesterol tinggi, menjaga diabetes, mencegah depresi, menurunkan risiko stroke, meningkatkan kinerja kognitif, dan masih banyak lagi.

Manfaat dan risiko buruk atau efek dari konsumsi flaxseed oil bagi ibu hamil

Kandungan Flaxseed oil

Salah satu unsur utama dari flax seed oil atau biji rami adalah kandungan asam lemak omega-3 yang disebut dengan alpha linolenic acid, atau ALA. Karena tubuh manusia tidak dapat membuat sendiri omega-3, maka kita harus mendapatkannya melalui makanan atau suplemen, seperti minyak ikan, minyak kenari dan flaxseed oil. Minyak biji rami mengandung sekitar 45 sampai 65 persen ALA, yang sisanya terdiri dari omega 6 dan sejumlah kecil jenis lemak lainnya. Tubuh Kita menggunakan ALA untuk membuat dua asam lemak penting lainnya yaitu DHA dan EPA.

Baca juga :Yang Tidak dan Boleh Dilakukan Oleh Ibu Selama Kehamilannya

Potensi manfaat flaxeed oil bagi kehamilan

Minyak biji rami juga dianggap sangat bermanfaat bagi wanita hamil. Hal ini karena Ibu hamil banyak membutuhkan omega 3, karena asam lemak ini diperlukan untuk perkembangan otak janin sebesar 50%. Tak hanya itu, asam lemak omega 3 juga diperlukan untuk pengembangan sistem penglihatan bayi, serta sistem  organ lainnya.

Baca juga:  Inilah Top Makanan Sehat Penguat Kandungan

Bayi yang tidak cukup mendapatkan omega-3 melalui makanan yang dikonsumsi ibunya, maka selama perkembangannya lebih berisiko memiliki berat badan lahir rendah dan lingkar kepala yang kecil saat lahir. Sementara ketika belum lahir, bayi juga cenderung memiliki plasenta yang lebih kecil menurut The Franklin Institute. DHA khususnya telah banyak dikaitkan dengan otak dan pengembangan mata. Tubuh wanita hamil hanya bisa menyediakan DHA kepada janin dalam kandungannya, jika dia mengonsumsi dari sumber makanan seperti seafood atau tubuhnya akan membuatnya setelah mengkonsumsi ALA.

Kekhawatiran akan efek samping buruk flaxseed oil selama hamil

Meskipun asam lemak omega 3 sangat diperlukan bagi perkembangan janin, namun ada beberapa kekhawatiran telah dikemukakan dari penggunaan atau konsumsi flaxseed oil atau minyak biji rami selama kehamilan.

Sebuah studi pada tahun 2008 dari Université de Montréal menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minyak biji rami selama kehamilan berisiko mengalami peningkatan kelahiran prematur sebanyak 12%, . Sementara itu risiko ini hanya 3% pada wanita yang sehat tidak menggunakan flaxseed oil. Keterkaitan antara kelahiran prematur dan flaxseed oil hanya terjadi untuk wanita yang mengkonsumsinya selama trimester kedua dan ketiga.

Perlu dipertimbangkan

Untuk mempertimbangkan kebutuhan akan asam lemak omega-3 dan potensi yang tak inginkan dari flaxseed oil selama kehamilan, yang paling aman adalah dengan menghindari flaxseed oil sebagai sumber ALA, namun berfokus pada sumber makanan lain yang menjanjikan asam lemak omega-3  seperti ikan laut, kenari, sayuran laut, dan sayuran berdaun hijau. Jika Anda ingin menggunakan flaxseed oil selama kehamilan, sebaiknya berbicara dengan dokter  tentang berapa banyak yang dapat Anda gunakan dengan aman – lalu apakah Anda juga memiliki faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *