Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan Buah Pir

Manfaat BUah PirPir adalah buah yang rasanya renyah, manis, segar, dan berair. Buah ini telah diketahui kaya akan zat antioksidan penting yaitu flavonoid,  serat pangan, dan banyak nutrisi dalam 1 paket yang bebas kalori dan kolesterol. Mengkonsumsi rutin buah pir dapat membantu program menurunkan berat badan dan mengurangi risiko semua penyakit kronis seperti kanker, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, jika dibarengi dengan diet sehat secara keseluruhan. Baca juga : Buah Pir juga bagus buat Bayi

Advertisement

Kandungan nutrisi Buah Pir

Menurut USDA, satu buah pir berukuran sedang(178gr) mengandung 101 kalori, 0 gr lemak, 27 gr karbohidrat termasuk 17 gr gula dan 6 gr serat), dan 1 gr protein.

Makan satu buah pir dengan ukuran yang sama akan memberikan total dari kebutuhan harian yang disarankan : 12%  vitamin  C, 10%  vitamin K, 6% kalium, zat besi, magnesium , riboflavin, vitamin B6 dan, folat .

Pir yang berkulit merah juga mengandung karotenoid, flavonol dan antosianin. Menurut studi yang dipublikasikan Longitudinal Study of Aging di Baltimore, buah pir dan buah apel adalah kontributor utama untuk zat antioksidan flavonol dalam diet.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi makanan nabati termasuk buah pir akan mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, mempromosikan kesehatan kulit, meningkatkan energi, dan berat badan yang ideal.
Para ahli di Institut Of Medicine Pangan dan Gizi merekomendasikan bahwa  pria di bawah usia 50 perlu untuk mengkonsumsi 38 gram serat per hari dan untuk wanita di rentang usia yang sama perlu mengkonsumsi serat 25 gram per hari. Sementara bagi orang dewasa di atas usia 50 tahun, untuk pria adalah 30 gram per hari, dan untuk wanita adalah 21 gram per hari. Namun kebanyakan orang tidak mendapatkan sejumlah itu,  bahkan walau hanya 50% dari asupan yang disarankan.

Mengapa serat begitu penting?

The National Institute of Medicine mendasarkan rekomendasi ini pada penelaahan terhadap beberapa temuan dari penelitian besar. Mereka menemukan bahwa diet 14 gram serat untuk setiap 1000 kalori dikaitkan dengan pengurangan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2 secara signifikan.

Cara termudah untuk meningkatkan asupan serat adalah dengan meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran. Hanya satu buah pir berukuran sedang dapat memberikan 6 gram serat, yaitu sekitar 24% dari kebutuhan harian untuk wanita di bawah usia 50 tahun.
Diet serat tinggi telah terbukti menurunkan prevalensi kekambuhan diverticulitis, karena serat menyerap air dalam usus besar dan mempermudah pergerakan usus untuk mengeluarkan kotoran. Makan sehat yang mencakup buah dan sayuran yang tinggi serat dapat mengurangi beban kerja usus dan peradangan di usus besar.

Baca juga:  Manfaat penting Tempe untuk Kesehatan Tubuh

Meskipun penyebab penyakit divertikular ini masih belum diketahui, namun telah banyak dikaitkan dengan diet rendah serat.

Berikut bebrapa Manfaat kesehatan utama mengkonsumsi buah pir

Membantu menjaga berat badan

Buah-buahan dan sayuran yang tinggi serat membantu untuk dapat merasa kenyang lebih lama dan juga rendah kalori. Peningkatan asupan serat telah terbukti  mempercepat penurunan berat badan bagi penderita obesitas.

Menurunkan risiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi

Peningkatan asupan serat juga telah terbukti menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol . Sebuah tinjauan dari 67 percobaan terkontrol yang terpisah menemukan bahwa peningkatan 10 gram serat per hari  mengurangi LDL dan tingkat total kolesterol.

Studi terbaru menunjukkan bahwa serat makanan bahkan mungkin berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan peradangan, sehingga mengurangi risiko kondisi terkait peradangan seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas.

Mencegah Diabetes

Diet serat tinggi dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah dan menjaga gula darah stabil.

Membantu Pencernaan

Kandungan serat dalam buah pir mencegah sembelit dan menjaga saluran pencernaan yang sehat.

Membantu detox racun

BAB yang  teratur sangat penting untuk mengeluarkan toksin harian melalui empedu dan tinja. Pir terdiri dari sekitar 84% air, yang dapat membantu untuk melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan dari sistem pencernaan.

Kehati-hatian

Buah-buahan termasuk apel dan pir yang mengandung fruktosa lebih tinggi. Mengkonsumsi berlebihan dapat meningkatkan produksi gas di usus, kembung, dan diare pada orang yang menderita gangguan iritasi usus besar.

Diet atau pola makan yang seimbang secara keseluruhan yang paling penting dalam pencegahan penyakit dan mencapai kesehatan yang lebih baik. Lebih baik untuk makan berbagai jenis makanan daripada hanya fokus pada satu jenis sebagai kunci untuk kesehatan yang baik.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *