Inilah TOP BAHAYAnya Sering Duduk Terlalu lama

bahaya sering duduk lamaDi abad teknologi digital ini banyak kemajuan bisa tercapai, Khususnya industri. Hal ini tentu saja efisiensi produksi semakin cepat, mudah, murah dan akhirnya meningkat. Banyak kegiatan yang dulunya sangat membutuhkan tangan manusia, dan kini digantikan oleh mesin yang diperasikan didepan komputer. Banyak pekerjaan saat ini kurang menuntut aktifitas fisik, dimana para pegawai dalam melakukan banyak tugasnya hanya duduk saja menetap 12 jam sehari.

Advertisement

Duduk berkelamaan termasuk menonton televisi, dibelakang meja, di mobil, berisiko tinggi dan berbahaya bagi kesehatan Anda jjika dilakukan secara rutin tentunya. Bahkan, para ahli kesehatan sepakat bahwa “duduk sama bahayanya dengan mer*kok”.

Satu studi yang diterbitkan JAMA Internal Medicine 2012 mencatat bahwa  duduk lama merupakan faktor risiko semua penyebab kematian terlepas dari aktifitas fisik.

Mengapa duduk lama berbahaya bagi kesehatan? Berikut ini beberapa alasan utama yang wajib Anda ketahui!

Meningkatkan jumlah lemak diperut(perut gendut)

Ada keterkaitan erat antara gaya hidup dan peningkatan jumlah lemak dalam tubuh, terutama di daerah perut / sekitar pinggang. Jika Anda sering diam tanpa aktifitas fisik, maka tubuh Anda tidak akan dapat membakar tumpukan lemak tsb.

Sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Physiology menulis bahwa beraktifitas dan berolahraga membantu otot untuk melepaskan molekul seperti lipoprotein lipase. Molekul-molekul ini berperan penting dalam mengolah lemak dan gula yang Anda konsumsi. Nah, pada saat Anda duduk dalam waktu yang lama, maka lemak dan gula ini tidak bisa diproses dengan baik yang akibatnya lemak akan terkumpul di daerah perut.

Semakin panjang ikat pinggang seseorang, maka semakin pendek umurnya” adalah kata peribahasa yang mungkin tepat untuk menggambarkan ini, sebab lingkar pinggang yang panjang jauh lebih berbahaya daripada berat badan itu sendiri secara keseluruhan. Lemak yang terakumulasi di perut meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, stroke, serta diabetes, bahkan kanker dan kematian dini.

Berisiko memiliki Penyakit Jantung

Sering duduk lama juga berlanjut memberikan efek negatif pada organ dalam, terutama oragn jantung. Duduk menetap selama berjam-jam menyebabkan aliran darah yang menuju ke seluruh bagian tubuh akan kurang baik, termasuk yang ke jantung . Dengan demikian aliran darah yang kurang baik ini sangat memungkinkan bagi lemak dan plak untuk mudah menyumbat jantung Anda, yang seterusnya menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan penyakit terkait kardiovaskular.

Satu studi terbaru tahun 2015 yang diublikasikan diJournal of Clinical Hypertension menunjukkan bahwa perubahan metabolik terkait dengan duduk terlalu lama  bisa berperan penting dalam pengembangan berbagai penyakit kardiovaskular.

Penyakit Nyeri punggun dan leher yang menyakitkan

Duduk lama dengan posisi dan sikap tubuh yang salah buruk bagi kesehatan punggung dan leher. Sikap duduk yang salah akan menempatkan lebih banyak tekanan pada tulang belakang dan cakram di tulang belakang, yang akhirnya menyebabkan degenerasi dini yang akhirnya memberikan rasa sakit punggung yang kronis.

Duduk lama juga bisa membuat otot lebih mudah kram atau ada ketegangan ketika membentang tiba-tiba. Hal ini juga bisa  menyebabkan rasa nyeri pada otot-otot di sekitar punggung dan leher .

Duduk dengan sikap tubuh yang buruk dapat sangat buruk bagi punggung bawah Anda. Sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam European Spine Journal melaporkan bahwa duduk dengan sendirinya tidak menunjukkan hubungan meningkat dengan nyeri punggung bawah.

Namun, duduk dalam kombinasi dengan rekan-eksposur lainnya, seperti getaran seluruh tubuh dan postur canggung, tidak meningkatkan risiko.

Bahkan menurut Pusat Kanada untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja, duduk yang berkelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada otot, tulang, tendon dan ligamen, yang mempengaruhi leher dan daerah punggung bagian bawah.

Baca juga:  Pengaruh memasak dengan hilangnya nutrisi makanan

Peningkatan gula darah yang terkait diabetes

Orang-orang yang lebih banyak menggunakan waktunya untuk duduk dan menjalani gaya hidup yang buruk berisiko lebih tinggi diabetes. Lebih banyak waktu menetap secara independen terkait dengan resistensi insulin, diabetes dan gangguan toleransi glukosa.

Duduk lama bisa memaksa pankreas untuk memproduksi hormon insulin lebih banyak, yang akhirnya dapat menyebabkan diabetes.

Studi 2007 yang dipublikasikan oleh majalah Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology mencatat bahwa aktivitas fisik dihubungkan dengan perkembangan resistensi insulin, dislipidemia, peningkatan tekanan darah, dan gangguan fungsi mikrovaskuler.

Berisiko Tinggi terkena berbagai jenis kanker

Perilaku yang menetap termasuk duduk ditengarai meningkatkan risiko kanker kolorektal, paru-paru, kanker rahim, kanker endometrium, kanker ovarium, kanker usus besar dan kanker prostat.

Obesitas bisa disebabkan duduk menetap, juga merupakan faktor penting penyebab beberapa jenis kanker. Dan duduk setelah makan terhubung dengan peningkatan kadar gula darah yang tinggi, yang seterusnya meningkatkan risiko kanker usus besar .

Sangat disarankan untuk  beristirahat secara teratur jika pekerjaan Anda menuntut harus duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Masalah terkait Kesehatan Mental

Bahkan, duduk sepanjang hari di belakang meja juga tidak baik untuk kesehatan mental.

Hal ini dikarenakan duduk lama dapat mempengaruhi aliran darah dan oksigen yang disistribusikan ke seluruh bagian otak Anda, sehingga dapat mempengaruhi fungsi otak. Sejalan dengan waktu, otak  bisa  berkabut, dan Anda mungkin tidak bisa fokus dengan baik lagi pada tugas Anda.

Sementara itu jika  Anda mulai bergerak, maka darah yang mengalir akan lebih segar dan oksigen bisa mencapai otak dengan baik sehingga memicu pelepasan zat otak yang meningkatkan suasana hati.

Kelemahan pada Kaki dan pinggul

Berkebiasaan duduk selama berjam-jam tanpa dan jam istirahat, juga bisa menyebabkan kaki lemah.

Pada saat otot-otot kaki Anda tidak dipakai selama ber jam-jam, maka serat otot lebih cenderung untuk memecah. Kondisi ini disebut dengan atrofi otot yang dapat membuat otot-otot kaki Anda menjadi lemah seiring waktu. Duduk lama juga bisa mempengaruhi pergerakan dan kekuatan pinggul.

kaki lemah dan glutes mempengaruhi stabilitas Anda ketika Anda berdiri atau berjalan di sekitar. Hal ini meningkatkan risiko jatuh.

Untuk mencegah efek buruk dari duduk yang lama, maka sering-seringlah melakukan peregangan otot dan rajin berolahraga.

Meningkatkan risiko dari kondisi  Deep Vein Thrombosis atau DVT

Kondisi buruk lainnya yang terkait dengan duduk lama tanpa olahraga dan istirahat, termasuk mengemudi, bekerja dibalik meja, dsb, merup[akan salah satu faktor risiko dari kondisi Deep Vein Thrombosis  – yang bisa terjadi terjadi ketika gumpalan darah (trombus) membentuk pada salah satu atau lebih vena dalam tubuh Anda(umumnya di kaki) yang dapat menyebabkan banyak rasa sakit.

Pada saat Anda duduk menetap tapa istirahat selama berjam-jam, maka otot betis tidak berkontraksi. Hal ini menambah masalah untuk sirkulasi darah yang buruk, yang pada akhirnya  meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah dan  DVT.

Tips untuk menangkis efek samping akibat dari duduk lama

  • Cobalah berdiri dan berjalan-jalan sebentar, misalnya ketika mengangkat atau berbicara melalui ponsel.
  • Istirahat dan berjalan selama 10 menit tiap 1 jam duduk.
    Olahraga atau latihan fisik yang rutin.
  • Jaga sikap dan posisi tubuh yang benar pada saat duduk . Pertahankan agar punggung bagian atas dan leher lurus dan nyaman serta bahu dalam keadaan santai – kalau perlu pergunakan kursi yang tepat.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *