Gejala usus buntu ringan, kronis, dan pengobatannya

Gejala usus buntu kronis dan pengobatannyaUsus buntu adalah organ kecil berbentuk seperti jari yang keberadaannya melekat pada usus besar, adalah yang disebut apendik dalam istilah medis. Fungsi organ ini bagi tubuh belum begitu jelas, namun peradangan pada organ ini yang dikenal dengan radang usus buntu(istilah medisnya apendisitis) bisa membahayakan jiwa jika tidak segera ditangani. Hal ini mengacu pada infeksi yang terjadi  pada apendik, berisi nanah dan sel-sel mati yang pada kondisi akut dapat menyebabkan apendik pecah, dan infeksi akan menyebar ke seluruh rongga perut.

Advertisement

Ketika orang membicarakan tentang sakit usus buntu, hal ini biasanya mengacu kepada apendisitis akut, yang ditandai dengan rasa yang sangat nyeri pada perut dan bisa memburuk dalam hitungan jam.

Gejala, penyebab, dan cara pengobatan penyakit radang usus buntu atau apendisitis :

Dalam beberapa kasus, orang dapat mengembangkan usus buntu kronis, yang menyebabkan nyeri berulang ringan pada perut yang seringkali mereda sendiri – pasien yang mengalami gejala seperti ini biasanya tidak akan menyadarijika memiliki sakit usus buntu sampai serangan nyeri pada stadium akut.

Penyebab sakit usus buntu kronis

Apendisitis bisa menyerang siapa saja, walaupu paling sering terjadi pada anak dan remaja antara usia 10 hingga 19 tahun. Penyakit ini paling sering dialami oleh orang perkotaan, dimana mereka memiliki kecenderungan kurang makan serat(kebanyakan dari sumber makanan nabati) namun tinggi asupan karbohidrat. Baca juga : makanan tinggi serat . Orang dengan riwayat keluarga dengan apendisitis berisiko tinggi mengembangkan penyakit ini ketika mulai remaja dan dewasa.

Masih tidak selalu jelas apa sebenarnya yang menyebabkan usus buntu, namun kondisi ini seringkali muncul dari dua hal: Infeksi gastrointestinal yang telah menyebar ke usus buntu, atau obstruksi yang menghalangi pembukaan usus buntu.

Dalam kasus kedua, ada beberapa sumber berbeda yang menyebabkan penyumbatan :

  • Jaringan getah bening di dinding usus buntu yang membesar
  • Tinja keras, atau ada pertumbuhan parasit
  • Iritasi dan tukak pada saluran pencernaan
  • Cedera atau trauma usus
  • Ada benda asing masuk, terutama logam

Pada saat apendik terinfeksi atau tertutup, selanjutnya bakteri yang berada didalam mulai berkembang biak dengan cepat. Hal ini yang menyebabkan usus buntu terinfeksi, kemudian membengkak dan bernanah.

Gejala Apendisitis

Pada gejala awal apendisitis, orang seringkali merasakan nyeri yang dimulai di sekitar pusar, dan perlahan-lahan merayap ke perut bagian kanan bawah.

Baca juga:  Perbedaan Kelenjar Tiroid Terlalu Aktif dan Kurang aktif

Rasa sakit semakin tajam selama beberapa jam, dan bisa meningkat ketika bergerak, bernapas dalam, batuk, dan bersin. Gejala lain usus buntu bisa termasuk:

  1. Mual atau Muntah
  2. Sembelit atau diare
  3. Tidak memiliki kemampuan buang angin
  4. Kehilangan selera makan
  5. Pembengkakan di perut
  6. Demam

Cara mendiagnosa apendisitis

Gejala usus buntu bisa sangat mirip dengan gejala penyakit lain seperti penyakit Crohn, infeksi saluran kemih (ISK), gangguan ginekologi, dan gastritis, sehingga mendiagnosanya bukan masalah yang sederhana.

Setelah mempelajari riwayat medis pasien dan pola gejala, dokter mungkin juga akan menggunakan sejumlah tes untuk membantu mendiagnosa apendisitis, mungkin termasuk :

  • Test penekanan perut untuk menilai rasa sakit dan mendeteksi adanya peradangan
  • Mengambil darah untuk menentukan jumlah sel darah putih, yang¬† bisa mengindikasikan infeksi
  • Tes urine untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi saluran kemih atau batu ginjal
  • Tets ginekologi bimanual pada wanita
  • Tes pencitraan, termasuk CT scan, ultrasound, atau MRI untuk memastikan apendisitis atau penyebab yang lain

Pengobatan Apendisitis

Dalam kasus yang jarang terjadi, yaitu infeksi yang sangat ringan, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Namun yang paling sering, radang usus buntu bisa dianggap sebagai keadaan darurat medis, dan dokter mungkin akan menyarankan operasi pengangkatan usus buntu. Ahli bedah akan memotong apendik dengan cara operasi terbuka atau bedah laparoskopi.

Operasi usus buntu terbuka memerlukan sayatan tunggal di daerah kanan bawah perut.

Sementara operasi laparoskopi, ahli bedah akan menggunakan alat-alat bedah khusus, dan opsi ini diyakini memiliki waktu pemulihan lebih singkat.

Jika apendisitis tidak diobati pada waktunya bisa pecah dan infeksi akan menyebar ke seluruh perut, yang mengarah ke kondisi peritonitis yang bisa mengancam jiwa. Peritinitis adalah infeksi pada peritoneum atau selaput usus. Untuk mengatasi ini, ahli bedah biasanya akan menguras perut membersihkan abses dan nanah serta mengobati dengan antibiotik sebelum mengangkat apendik/usus buntu.

Referensi :

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *