Gejala Kolesterol Tinggi, Pencegahan dan Cara Mengatasinya

gejala kolesterol tinggi dan cara mengatasinyaKolesterol, adalah sebutan untuk jenis lemak yang keberadaannya dalam tubuh dibuat oleh tubuh itu sendiri dan juga ditemukan dalam beberapa jenis makanan. Kolesterol sebenarnya sangat penting untuk kesehatan, dan bisa ditemukan dalam setiap sel dalam tubuh kita. Walaupun penting, tetapi jika jumlah dari jenis kolesterol tertentu dalam darah dapat meningkatkan beberapa risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, gangguan sirkulasi darah, dan stroke karena arteri mengalami pengerasan (ateroklerosis) – yang pada akhirnya arteri tak fleksible lagi dan menjadi rentan tersumbat. Baca terus untuk mendapat informasi yang lebih lengkap!

Advertisement

Berikut pembahasan gejala kolesterol, pengobatan, pencegahan, dan cara mengatasinya

Gejala kolesterol tinggi dan resikonya

Kita mungkin tidak akan bisa melihat gejalanya jika memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah, atau secara umum hal ini bisa dikatakan tidak menimbulkan gejala apapun karena memang bukan penyakit. Walaupun demikian,  tingkat kolesterol yang tinggi dalam darah  dapat menyebabkan penumpukan lemak yang dikenal sebagai plak didalam pembuluh darah arteri Anda. Seiring lamanya waktu, plak ini bisa membuat arteri menyempit dan tidak fleksibel lagi – sehingga membatasi aliran darah yang menuju ke organ penting seperti jantung Anda. Pada akhirnya ini dapat menyebabkan gejala seperti rasa nyeri dada atau secara medis disebut angina.

Pada kebanyakan orang, peningkatan penumpukan plak akan semakin pesat selama usia 30 dan 40-an. Namun pada orang lain, hal itu tidak menjadi ancaman serius sampai mereka berusia 50-an atau lebih. Jika perkembangan aterosklerosis semakin besar akan mengurangi aliran darah yang menuju jantung secara signifikan, sehingga seseorang bisa memiliki penyakit jantung koroner, atau penyakit arteri koroner yang juga disebut penyakit jantung. Nah, ketika sampai pada tahap ini, aterosklerosis sudah mulai menimbulkan gejala, seperti rasa nyeri dada dan sesak napas. Aterosklerosis juga dapat menyebabkan stroke jika menyumbat aliran darah yang menuju ke otak  serta masalah kesehatan lainnya jika aliran darah berkurang ke bagian tubuh lain.

Mengukur kolesterol darah

Tingkat kolesterol bisa diukur dengan cara tes darah sederhana, bisa dimulai dengan mengambil sampel darah baik menggunakan jarum suntik, atau tusukan jari oleh seorang dokter atau perawat.

Hasil dari tes darah ini akan menunjukkan sberapa banyak masing-masing jenis kolesterol yang Anda miliki. High-density lipoprotein (HDL) adalah jenis koletserol baik yang justru membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung dan stroke, sedangkan jenis Low Density Lyipoprotein (LDL) ini yang meningkatkan risiko penyakit.

Dokter akan melihat tingkat kolesterol total dan seberapa banyak HDL yang telah dibandingkan dengan total kolesterol (ini disebut total kolesterol untuk rasio kolesterol HDL). Tes darah juga akan mengukur kadar jenis lemak lain dalam darah, yang disebut dengan trigliserida . Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah juga merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan stroke.

Kadar kolesterol dalam darah seseorang bisa bervariasi dari hari ke hari, sehingga dokter mungkin ingin mengulang tes darah sebelum merekomendasikan jenis pengobatan yang tepat.

Anda mungkin akan ditawarkan melakukan tes kolesterol jika :
  1. Memiliki faktor risiko penyakit jantung dan stroke, misalnya memiliki tekanan darah tinggi,
  2. Dengan diabetes tipe 2
  3. kelebihan berat badan
  4.  usia diatas 40 tahun
  5. memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia familial) dan telah didiagnosis penyakit jantung atau stroke.
  6. Terdapat area kuning di sekitar mata atau kulit, yang dikenal dengan xanthoma dan bisa menjadi tanda kolesterol tinggi.

Tingkat kolesterol bisa diukur sebagai salah satu bagian dari penilaian yang luas untuk memeriksa risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini juga mencakup pemeriksaan faktor-faktor lain, seperti berat badan dan tekanan darah.

Pencegahan kolesterol HDL tinggi : Gaya hdup Sehat

Dengan selalu menerapkan hidup gaya hidup sehat, maka Anda akan membantu menjaga kolesterol Anda dalam kisaran yang sehat sehingga  menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Gaya hidup sehat bisa mencakup :

Mengkonsumsi makanan sehat

Baca juga:  Olahraga Terbaik untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Memilih makanan sehat dapat membantu Anda untuk menghindari tingginya tingkat  kolesterol LDL dan komplikasinya. Pastikan untuk mengkonsumsi banyak jenis buah-buahan dan sayuran segar.

Konsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, dan rendah kolesterol juga makanan yang tinggi serat, tinggi lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda dapat membantu mencegah kolesterol “jahat”  dan trigliserida sambil meningkatkan jenis kolesterol baik. Cobalah untuk :

  • Mengurangi makan lemak jenuh yang berasal dari produk hewani seperti keju, daging berlemak, dan susu,  dan minyak tropik.
  • Menjauhi makanan yang mengandung lemak trans, terutama berasal dari makanan yang digoreng, dan margarin.
  • Membatasi makanan yang tinggi kolesterol, termasuk daging berlemak dan jerohan
    Pilih makanan yang rendah lemak atau bisa juga susu, keju, dan yogurt rendah lemak.
  • Makan lebih banyak makanan yang banyak serat, seperti oatmeal,  kacang-kacangan, dan sayuran.
  • Makan makanan diet jantung sehat yang menambahkan banyak jenis sayuran dan buah-buahan serta rendah garam dan gula.

Baca juga : 5 Jenis Makanan Penurun Kolesterol Efektif

Menjaga Berat Badan yang Sehat

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Untuk menentukan apakah berat badan Anda berada pada kisaran yang sehat, dokter seringkali menghitung indeks massa tubuh (BMI). Dokter kadang-kadang juga menggunakan ukuran pinggang dan pinggul untuk mengukur kelebihan lemak tubuh.

Melakukan Aktivitas fisik

Aktivitas fisik dapat membantu Anda untuk menjaga berat badan yang sehat, serta dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Latihan intensitas sedang selama 2 jam dan 30 menit seperti jalan cepat atau bersepeda setiap minggu. Anak-anak dan remaja juga harus mendapatkan aktivitas fisik setiap hari, setidaknya 1 jam.

Hindari Mer*kok

Asap rok*k akan merusak pembuluh darah Anda, mempercepat pengerasan arteri, dan sangat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika Anda merok*k, maka menghentikannya segera akan menurunkan risiko penyakit jantung. Dokter bisa menyarankan cara-cara terbaik bagi Anda untuk membantu berhenti.

Batasi konsumsi alk*hol

Minum terlalu banyak minuman beralk*hol dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Mencegah kolesterol tinggi terkait kondisi medis

Beberapa orang bisa memiliki kolesterol buruk/LDL yang tinggi dan kadar kolesterol baik/HDL yang rendah dapat mencakup faktor genetik, memiliki kadar trigliserida yang tinggi, memiliki diabetes tipe 2, minum obat tertentu, mer*kok, memiliki kelebihan berat badan, makanan yang tidak sehat, dan tidak aktif secara fisik.

Jika Anda khawatir tentang kolesterol Anda, datanglah ke dokter untuk mendaptakan pemeriksaan profil lipid dan mencari tahu risiko penyakit jantung Anda dan kemudian membuat rencana jantung sehat.

Pemeriksaan Kolesterol

Dokter perlu menguji kadar kolesterol setidaknya sekali dalam 4 atau 6 tahun jika Anda belum didiagnosis memiliki penyakit jantung. Namun beberapa orang mungkin perlu untuk memperoleh test kolesterol lebih sering atau kurang sering. Dengan demikian konsultasikan dengan dokter untuk tes darah dan tentang apa yang terbaik untuk Anda. Jika Anda memiliki  kolesterol LDL tinggi, obat-obatan dari dokter dan perubahan gaya hidup bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Jika Anda memiliki diabetes,  kadar gula darah juga harus dimonitor dengan hati-hati. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai cara pengobatan. Dokter mungkin merekomendasikan tindakan dan perubahan gaya hidup tertentu untuk membantu menjaga gula darah akan membantu mengurangi risiko kolesterol LDL tinggi.

Jika Anda mengambil obat untuk mengobati kolesterol LDL tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, hanya ikuti petunjuk dari dokter secara hati-hati. Selalu mengajukan pertanyaan jika Anda tidak memahami akan sesuatu. Jangan berberhenti minum obat  tanpa membicarakan terlebih dulu dengan dokter.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *