TOP 10 Efek Samping Pil KB yang Jarang Diketahui Orang

efek samping pil KBPil KB ada efek sampingnya?.. Pil merupakan salah satu metode Keluarga Berencana yang paling mudah dan aman, bahkan sangat efektif jika diminum dengan benar. Ada dua jenis dari pil KB, baik yang  alami atau sintetis hormon yang secara alami dibuat oleh tubuh. Pil KB bisa mengandung progestin saja atau kombinasi estrogen dan progestin. Hormon-hormon ini bertugas mengatur siklus menstru*si wanita, dan keberadaanya berperan penting untuk kesuburan reproduksi.

Advertisement

Terlepas dari manfaatnya dalam mencegah kehamilan, ada banyak yang mendukung penggunaan pil KB, termasuk mengurangi kram menstruasi, mengatur siklus m*nstru*si, kulit bebas jerawat, dan menurunkan risiko kista ovarium serta kanker ovarium dan endometrium. Namun pil ini juga bisa memiliki banyak efek samping, yang mungkin Anda tidak pernah diberitahu oleh dokter Anda. Sebelum Anda memilih pil, penting untuk mengerti baik itu dari sisi pro maupun kontranya.

Baca juga :Manfaat LUARBIASA Menyusui ASI eksklusif bagi Ibu dan Bayi

Berikut top 10 efek samping menggunakan pil KB yang tidak banyak diketahui Orang :

1. Sakit kepala serta Migrain

Fluktuasi hormonal karena pil KB bisa berkontribusi untuk sakit kepala atau migrain. Hal ini karena pil KB jenis tertentu dapat menyebabkan penurunan estrogen dalam tubuh. Tingkat estrogen yang rendah ini dapat menyebabkan sakit kepala atau memperburuk kondisi migrain yang sudah ada.

Sstudi  yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2005 menemukan bahwa sebagian besar wanita mengalami sakit kepala dalam kurun satu bulan sejak memulai pil estrogen progestin. Sakit kepala cenderung  meningkat  atau menghilang ketika terus diminum.

Ada studi yang mengaitkan peningkatan risiko migrain dengan penurunan  tingkat estrogen yang signifikan.

Jika Anda menderita sakit kepala, cobalah pindah ke pil yang berbeda yangdosisnya lebih rendah. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pil yang tepat untuk Anda.

2. Perubahan atau penurunan Mood

Selama konsumsi pil mungkin ada perubahan mood bahkan  gejala depresi pada beberapa wanita selama penggunaan pil.

Hal ini terjadi karena hormon buatan dalam pil dapat mempengaruhi keseimbangan neurotransmitter tertentu diotak, yang dapat mengarah pada  perubahan suasana hati dan perubahan emosional.

Efek samping ini sering terjadi pada wanita dengan riwayat gangguan yang berhubungan dengan mood.

Studi yang dipublikasikan journal American Journal of Obstetri dan Ginekologi2003 mencatat bahwa penggunaan pil kontr*sepsi oral paling mungkin bisa memperburuk suasana hati selama pramenstruasi pada wanita yang memilki riwayat depresi.

Jika memiliki riwayat depresi , Adna mungkin perlu untuk membicarakannya dengan dokter sebelum memutuskan pil.

3. Masalah penglihatan

Efek samping  pil KB yang satu ini kurang umum, namun wanita yang memakai lensa kontak mungkin akan mengalami perubahan penglihatan.

Retensi cairan akibat perubahan hormonal dalam tubuh bisa menyebabkan kornea mata membengkak. Hal ini bisa mempengaruhi bentuk kornea, sehingga menyebabkan lensa tidak pas untuk dikenakan.

Penggunaan jangka panjang pil KB bisa dikaitkan dengan glaucoma, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf optik pada mata dan semakin memburuk seiring perjalanan waktu.

4.Rasa Mual-mual

Beberapa orang mengalami mual saat pertama kali mengonsumsi pil KB. Namun efek samping ringan ini seringkali hilang dalam beberapa hari.

Mual adalah efek dari estrogen tambahan yang bisa mengiritasi lambung. Pil yang mengandung estrogen dosis tinggi lebih mungkin bisa menyebabkan mual jika dibandingkan dengan pil yang memiliki dosis yang lebih rendah.

Meminum pil KB bersama makanan atau sebelum tidur bisa membantu meringankan. Minum antasida 30 menit sebelum mengonsumsi pil juga dapat membantu perut tetap tenang. Hal lain yang penting adalah untuk meminum pil secara teratur tepat pada waktu yang sama setiap hari.

Jika rasa mual yang anda rasakan terus berlanjut dan mempengaruhi nafsu makan hingga  berat badan, temui dokter Anda.

5. Nyeri atau bengkak P*yud*ra

Pil KB juga bisa menyebabkan rasa nyeri atau pembesaran pada p*yud*ra . Efek samping ii adalah efek yang ringan yang cenderung meningkat beberapa minggu setelah menggunakan pil. Hal ini juga  terjadi karena perubahan hormonal yang tiba-tiba oleh karena pil. Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita yang menggunakan pil yang mengandung progestin saja daripada yang menggunakan  kombinasi progestin dan estrogen.

Baca juga:  7 Mitos tentang Perawatan Kulit yg wajib diketahui

Jika Anda mengalami ini, cobalah mengurangi konsumsi kopi dan garam. Juga kenakan b-r-a yang bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat benjolan atau rasa nyeri di p*yud*ra yang menetap.

6. Pembekuan atau penggumpalan darah

Bekuan darah adalah efek samping yang kurang populer dari pil KB, tapi merupakan kondisi kesehatan yang serius. Menurut  American Congress of Obstetricians dan Gynecologists, risiko pembekuan darah pada wanita yang tidak hamil dan tidak menggunakan kombinasi kontr*sepsi oral adalah 1-5 per 10.000 wanita per-tahun jika dibandingkan dengan risiko sekitar 3-9 per 10.000 wanita setiap tahun diantara wanita yang menggunakan kontr*sepsi oral.

Sebelum mencoba mengugnakan PIl KB versi yang lebih baru, konsultasikan dengan dokter kandungan  tentang efek samping apa saja yang mungkin. Konsultasikan juga jika Anda mengalami masalah pada pernapasan, rasa nyeri dada,  bengkak di kaki, karena merupakan pertanda adanya gumpalan pada jantung atau paru-paru.

7. Penurunan minat berhubungan dengan suami

Pada beberapa wanita pil KB bisa memberikan efek negatif pada kehidupan di tempat tidur. Hal ini karena hormon-hormon dalam pil KB bisa menjadi faktor yang berada di baliknya.

Hal ini karena pil bekerja menghentikan produksi testosteron, sehingga akhirnya dapat memunculkan efek samping berupa berkurangnya minat dalam berhubungan, penurunan kemampuan mencapai puncak, dan rasa nyeri yang berlebih.

Jika Anda mengalami ini lebih dari tiga atau sampai empat bulan, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

8. Perd*rahan susulan

Wanita yang menggunakan pil KB mungkin juga mengalami perdarahan atau bercak diantara periode bulanan.Hal ini dikenal dengan perdarahan susulan dan seringkali terjadi dalam tiga bulan pertama penggunaan pil.

Efek samping ini cukup umum yang sebagian besar terkait dengan penggunaan pil KB dosis rendah. Perubahan kadar hormon akan membuat lapisan endometrium lebih tipis dan lebih rapuh dari biasanya, sehingga lebih rentan .

Namun kondisi perdarahan bisa terjadi oleh sebab lain misalnya bakteri. Jika Anda mengalami hal ini sebanyak lima atau lebih dalam sehari saat minum pil, segera hubungi dokter Anda.

9. Kenaikan Berat Badan

Berat badan yang meningkat beberapa kilo dalam beberapa minggu atau bulan setelah mengonsumsi pil KB adalah keluhan yang umum. Namun hal ini biasanya hanya bersifat sementara dan seringkali karena cairan, bukan berat badan yang sesungguhnya.

Pil KB yang paling sering menyebabkan efek samping ini adalah yang  mengandung estrogen tinggi . Tingkat estrogen yang tinggi dapat mempengaruhi nafsu makan dan mendorong retensi air. Bahkan hingga bisa menyebabkan pengumpulan lemak di p*ha, pinggul dan p*yud*ara.

Jika Anda menghawatirkan berat badan Anda ,  pilih pil yang memiliki lebih rendah mengandung estrogen. Mengatur pola makan atau diet yang sehat serta jangan lupa untuk berolahraga.

10. Infeksi Jamur atau Ragi

Infeksi jamur adalah biang yang menyebabkan rasa gatal-gatal, panas, nyeri atau iritasi di daerah-daerah sensitif wanita adalah efek samping lain yang paling tidak nyaman dari mengonsumsi pil KB.

Pil KB membuat perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron. Tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat menyebabkan infeksi  ragi atau jamur.

Menurut studi yang dilakukan di University of Michigan School of Public Health yang dipublikasikan tahun 2006, risiko infeksi ragi menjadi dua kali lipat dengan menggunakan pil KB dan tiga kali lipat jika menggunakan spermisida.

Risiko ini bahkan lebih tinggi pada wanita yang menderita diabetes, diet gula tinggi, atau sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Beberapa orang perempuan bahkan mengalami perubahan cairan kewanitaan mereka saat memilih pil sebagai alat kontr*sepsinya. Perubahan hormon dalam tubuh oleh pil KB dapat menyebabkan peningkatan ataupun penurunan cairan pelumas pada v*gin*.

Tips Aman :

  • Ada banyak jenis pil KB yang dijual. Konsultasikan dengan dokter mana yang paling tepat untuk Anda.
  • Penting untuk mengonsumsi pil KB rutin setiap hari pada waktu yang sama.
  • Pil KB bisa mengganggu obat lain yang di minum.
    Pil KB tidak cocok untuk bagi per*kok atau wanita yang memiliki gangguan pembekuan darah.
  • Hentikan minum pil KB segera jika Anda curiga jika diri Anda sedang hamil.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *