Inilah Dampak Bahayanya jika Sering Makan Mie Instant

bahaya makan mie instantTak perlu disangsikan lagi bahwa Mie instant merupakan makanan favorit kebanyakan masyarakat di negara kita. Tak hanya rasanya yang gurih nan memanjakan lidah, cara membuatnyapun sangatlah praktis plus harganya yang sangat terjangkau. Memang, mie sebenarnya memiliki kandungan karbohidrat – sama seperti nasi, namun yang perlu dikhawatirkan adalah terdapatnya zat-zat kimia tertentu termasuk zat pengawet dan bumbu-nya. Memang tubuh manusia memiliki sistem sendiri untuk menyaring zat-zat tersebut, tapi jika keseringan terpapar maka organ seperti usus dan liver hingga ginjal bisa menyerah juga pada akhirnya.

Advertisement

Mie instan mengandung banyak kalori, sodium, MSG, minyak, bahan kimia pengawet termasuk zat glycol yang membuat mie menjadi kering, dan zat pewarna.

Berikut resiko yang mungkin bisa Anda terima jika terlalu sering mengkonsumsi mie instant

Kanker

Beberapa mie instant dikemas dengan bahan styrofoam, yang akan akan bereaksi dan larut terutama jika terkena air panas. Padahal, mie instan itu sendiri haruslah diberikan air panas agar menjadi lembek, hangat, dan enak dimakan. Syrofoam yang larut terkena air panas ini bersifat karsinogen(racun pemicu kanker) ketika bersarang dalam tubuh manusia – dan apabila terus menerus menumpuk dapat memicu timbulnya kanker.

Gangguan pencernaan

Mie instan berisiko terhadap gangguan pencernaan, seperti perut terasa sebah dan sembelit. Hal ini mungkin adanya zat kimia propelene glycol(pencegah mie mengering), kimia pengwet dan pewarna yang ada didalamnya. Untuk itu sebaiknya tidak mengkonsumsinya terlalu sering, terlebih jika lebih dari 1 kali dalam sehari.

Berisiko bagi janin jika sering dikonsumsi oleh ibu hamil

Umumnya mie instan mengandung beberapa zat kimia seperti zat pengawet, penguat rasa, dan bahan kimia lainnya yang dapat berpotensi buruk bagi kehamilan. Tentu saja hal ini dapat terjadi karena janin dalam kandungan masih belum berkembang sepenuhnya, serta apa yang dimakan sang ibu akan ikut diterima oleh janin. Tak menutup kemungkinan dapat menyebabkan anak menjadi autis setelah lahir, karena sel-sel otak bayi sangat dapat berpengaruh oleh zat kimia yang bersifat negatif dalam makanan seperti pengawet dan penguat rasa.

Berisiko tinggi kegemukan, hipertensi, stroke hingga sakit jantung

Selain MSG, bumbu mie instan juga banyak menggunakan garam dan minyak goreng. Sementara mie itu sendiri adalah karbohidrat yang tinggi kalori. Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa diet dengan garam tinggi adalah salah satu penyebab penyakit darah tinggi, yang akhirnya bisa stroke dan sakit jantung.

The Journal of Nutrition menerbitkan journal berdasarkan serangkaian penelitian yang melibatkan orang Asia yang paling banyak mengonsumsi mie instant. Penelitian ini menjelaskan bahwa orang-orang yang makan mie instan lebih cenderung mengalami masalah kenaikan berat badan, penyakit jantung, hingga kanker.

Baca juga:  Gejala Penyakit Sinusitis, Pencegahan, dan Pengobatannya

Kandungan MSG tinggi, mungkin bersiko bagi kesehatan dikemudian hari

Masih banyak pro dan kons tentang MSG. Namun walau bagaimanapun juga, msg adalah senyawa kimia yang tentu saja asing bagi tubuh manusia. Pada beberapa orang, mie instan dapat menimbulkan dampak langsung seperti rasa haus, dada panas, dan wajah memerah serta gatal-gatal. Bumbu mie instan biasanya diberikan MSG dalam jumlah tinggi, sebab kalau tidak maka sudah pasti mie instant tak akan terasa sedap dimulut.

Mengganggu penyerapan gizi

Hal ini terutama sangat berbahaya pada anak-anak kecil yang sedang tumbuh kembang. Hal ini diduga dapat mengganggu penyerapan nutrisi, sehingga pada anak-anak balita dapat menyebabkan mereka menjadi terlambat tumbuh. Untuk itu disarankan agar dijauhkan dari anak-anak, hanya berikan makanan sehat dan bergizi yang mendukung pertumbuhan mereka agar tumbuh optimal dan sehat demi masa depan mereka. Baca juga : Makanan untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Kekuatan Otak

Kalori kosong(tinggi kalori minim gizi)

Mie instan sangat tinggi kalori dan rendah atau bahkan tanpa kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi mie instan tak mengandung serat, yang berguna untuk menghambat penyerapan kolesterol atau lemak jenuh yang banyak terdapat dalam mie instan. Hal ini adalah kondisi yang lumrah pada kebanyakan makanan junk food.

Jika terus-menerus Anda memberlakukan kondisi ini pada tubuh Anda, maka penyakit kronik seperti diabetes akan semakin dekat dengan Anda. Ingat, secara medis sampai kini penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan!

Kesimpulan

Mie instan dikemas dengan kalori, garam, zat penguat rasa, dan beberapa zat pengawet. Terlalu sering mengkonsumsinya akan sangat mungkin dapat menghadirkan konsekwensi yang buruk bagi kesehatan, mulai dari kegemukan, darah tinggi, stroke, hingga penyakit mematikan termasuk jantung dan kanker. Jika dikonsumsi ibu hamil, bisa mengganggu perkembangan janin; dan jika dikonsumsi balita dapat mengganggu pertumbuhan mereka.

Untuk itu sebaiknya dikurangi konsumsi mie instan, namun menambah asupan makanan yang sehat dan bergizi tinggi seperti sayuran, telur, ikan, atau daging.

Tips :

  • Untuk mengurangi risiko buruk makan mie intsan, biasanyak merebus didalam panci(jangan menggunakan styrofoamnya).
  • Buang air rebusan Mie instan. Untuk kuah, sebaiknya menggunakan air bersih yang sudah dididihkan secara terpisah.
  • Kurangi bumbu dan minyak yang disertakan sebagai bumbu secara terpisah. Atau lebih baik menggantinya dengan bumbu segar buatan sendiri yang terdiri dari bawang, dengan takaran garam yang lebih sehat.
  • Kalau perlu tambahkan juga sayuran untuk menambah nilai gizi dan seratnya supaya lebih sehat bagi tubuh.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *