Cara Mengetahui dan menentukan Masa Subur Agar Cepat Hamil

cara mengetahui masa suburMengetahui masa subur adalah salah satu faktor penting bagi wanita yang berusaha untuk hamil. Untuk dapat menentukan itu, maka sangat penting bagi seorang wanita untuk memahami siklus menstruasi mereka. “Berhubungan intim” dengan pasangan Anda pada hari-hari subur dari siklus menstruasi secara drastis dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil, karena diantara masa-masa itu wanita akan mengalami ovulasi. Sebelum Anda bisa menentukan kapan hari yang paling subur atau disebut “Jendela kesuburan”, maka Anda perlu lebih memahami siklus menstruasi Anda dan melacaknya dengan benar. Baca juga :Manfaat Buah Kiwi untuk Kesuburan Pria dan Wanita

Advertisement

Memahami siklus menstruasi Anda

#. Mengidentifikasi fase kunci dari siklus menstruasi Anda

Siklus menstruasi terjadi dalam beberapa tahap, namun hal ini bukan berarti Anda sedang subur sepanjang seluruh periode menstruasi. Dan Anda hanya bisa hamil pada hari-hari paling subur, sebelum dan selama ovulasi tersebut.

Ovulasi adalah hal yang terjadi ketika telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium wanita, dan mulai bergerak ke bawah tuba fallopi , sehingga dapat dibuahi oleh sp3r-ma.

Hal ini terjadi ketika tubuh wanita menghilangkan lapisan rahim melalui organ intimnya, yang menyebabkan pendarahan selama periode menstruasi yang umumnya berlangsung sekitar 3 sampai 7 hari. Ini juga menandai hari pertama fase folikuler, yang merangsang pertumbuhan folikel yang mengandung telur. Fase folikuler berakhir ketika ovulasi terjadi, dan biasanya berlangsung selama 13 hingga14 hari – namun juga dapat berkisar antara 11 hingga 21 hari.

Baca juga : Inilah tanda awal kehamilan sebelum tiba haid berikutnya
Fase ovulasi terjadi ketika tingkat hormon luteinizing (LH) Anda meningkat secara dramatis yang merangsang pelepasan telur. Fase ovulasi ini cukup pendek, biasanya hanya berlangsung sekitar 16-32 jam, dan berakhir ketika tubuh telah melepaskan sel telur. Fase luteal dimulai setelah ovulasi dan berlanjut sampai awal periode menstruasi berikutnya.  Hal ini mempersiapkan rahim dalam kasus jika telur berhasil dibuahi dan mengimplan di dinding rahim. Fase ini biasanya dimulai sekitar 14 hari menuju periode haid Anda dan berlangsung sekitar 14 hari.

#. Menyadari masa kesuburan atau jendela kesuburan.

Ini adalah waktu didalam siklus menstruasi, di mana adalah saat yang paling mungkin untuk melakukan hubungan dengan pasangan dan bisa hamil. Pada kebanyakan wanita, jendela kesuburan mereka akan berlangsung sekitar enam hari.
Perlu diingat bahwa melakukan hubungan selama masa subur tidak menjamin bisa hamil, namun kemungkinan bisa hamil sangat besar jika Anda berhubungan selama 5 hari sebelum terjadi ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi. Pasangan muda yang subur dan sehat biasanya memiliki kesempatan 20% hingga 37% dapat hamil menggunakan jendela ini.

#. Menentukan apakah Anda memiliki periode menstruasi reguler.

  • Siklus haid setiap wanita berbeda dan bisa berubah atau bervariasi, yang dapat disebabkan oleh faktor seperti stres. Cara terbaik untuk menentukan apakah Anda memiliki haid teratur(terjadi setiap bulan dan dekat dengan waktu yang sama setiap bulan), adalah cara  untuk memetakan berapa lama berlangsung selama tiga sampai empat bulan.
  • Tandai kalender Anda pada hari pertama periode menstruasi Anda.  Kemudian, hitung setiap hari sampai periode berikutnya tiba. Perlu diingat rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari, namun juga bisa antara 21 – 35 hari.

Lakukan ini selama tiga sampai empat bulan, dengan catatan jika siklus Anda memiliki panjang yang sama setiap bulan.

Baca juga : Manfaat Folic Acid untuk kesehatan dan Kehamilan

#. Periksa apakah menstruasi Anda tidak teratur.

  • Jika setelah tiga sampai empat bulan Anda melacak siklus menstruasi tidak menemukan pola yang muncul, Anda mungkin memiliki periode menstruasi yang tidak teratur. Hal ini terjadi pada banyak wanita dan dapat disebabkan oleh faktor-faktor tertentu seperti kehilangan berat badan drastis, pengingkatan aktivitas fisik, stres, atau masalah medis yang cukup serius.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur untuk menghilangkan kemungkinan masalah medis yang serius. Wanita yang memiliki periode  menstruasi yang tidak teratur masih bisa melacak jendela kesuburan mereka, namun itu mungkin akan menyita banyak waktu dan usaha daripada wanita dengan periode enstruasi normal/ reguler.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda jika periode haid Anda tidak terjadi selama 90 hari atau lebih dan Anda tidak mendapatkan kehamilan. Jika periode haid Anda menjadi tidak teratur setelah normal, atau bercak diantara periode, maka Anda juga harus konsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah Anda tidak memiliki kelainan hormonal, infeksi pada organ reproduksi , atau kondisi kesehatan lainnya.
Baca juga:  Vitamin dan Nutrisi penting untuk Ibu Hamil

2. Menentukan Jendela Kesuburan

#. Menggunakan durasi siklus menstruasi  untuk mengidentifikasi jendela kesuburan :

Jika menstruasi Anda teratur, maka Anda bisa mengidentifikasi jendela kesuburan Anda berdasarkan berapa lama periode menstruasi Anda biasanya berlangsung.

Jendela kesuburan Anda akan menjadi enam hari menjelang dan termasuk fase ovulasi. Tetapi hari yang paling subur Anda akan menjadi tiga hari menjelang dan termasuk fase ovulasi. Gunakan durasi siklus menstruasi Anda untuk mengidentifikasi waktu yang paling subur dengan mengurangkan 14 hari dari total panjang masa siklus menstruasi Anda :

  • Periode menstruasi 28 hari : Jika periode haid Anda biasanya berlangsung selama 28 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke -14 dari siklus menstruasi Anda. Jadi hari yang paling subur untuk Anda akan di hari ke 12, 13, dan 14.
  • Periode menstruasi 35  hari : Jika Anda mengalami sklus menstruasi ini, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke-21 dan hari paling subur Anda akan pada hari ke 19, 20, dan 21.
  • Periode menstruasi 21 hari: Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang pendek ini, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke 7 dan hari yang paling subur adalah hari 5, 6, dan 7.

#. Memeriksa suhu tubuh  atau menggunakan kit ovulasi prediktor jika memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur:

Jika Anda cenderung memiliki menstruasi yang tidak teratur atau jika merasa periode Anda mungkin tidak aktif, Anda dapat menggunakan metode lain untuk menentukan kapan Anda sedang berovulasi:
Melacak suhu tubuh: Selama ovulasi, suhu tubuh wanita akan meningkat. Ketahui jika Anda mengalami perubahan termal dengan mencatat suhu tubuh Anda setiap pagi pada waktu yang sama. Kebanyakan wanita akan mengalami perubahan/pergeseran suhu tubuh sekitar setengah derajat pada saat 24 sampai 48 jam setelah ovulasi. Anda bisa menggunakan termometer biasa atau membeli termometer suhu badan khusus basal.
Membeli kit ovulasi prediktor: Anda bisa mendapatkan kit ini di apotek. Meskipun hal ini adalah cara yang mahal untuk melacak suhu tubuh Anda, namun bisa lebih akurat. Cara kerja kit ini adalah dengan menguji urin Anda untuk menentukan tingkat LH dalam urin. Anda perlu untuk pipis pada ujung tester untuk mengetahui kapan tingkat LH Anda meningkat. Hal ini adalah pertanda bahwa salah satu dari ovarium Anda melepaskan telur, atau akan ovulasi.
Mengetahui perubahan lendir serviks: Selama fase dalam siklus haids Anda sebelum ovulasi, tubuh Anda akan menghasilkan banyak lendir serviks. Zat ini berguna untuk menghaluskan jalan bagi sel sp3r-ma untuk bertemu sel telur. Tepat sebelum mulai berovulasi, Anda mungkin bisa melihat lendir pada celana atau sekitar organ intim Anda. Zat ini bisa terlihat jelas, melar, dan licin, seperti zat putih telur mentah.

Anda bisa mengumpulkan sampel lendir serviks Anda dengan usapan lembut  pada organ intim Anda dengan menggunakan jari yang bersih. Jika Anda beberapa kali memeriksa dan menemukan, lalu pada suatu hari Anda  tidak melihat lendir apapun, maka mungkin Anda  sedang  tidak dalam masa subur dari siklus menstruasi Anda.

#. Melakukan hubungan intim selama jendela kesuburan

  • Kebanyakan dokter akan menyarankan untuk berhubungan setiap hari sekitar lima hari sebelum fase ovulasi dan sampai hari setelah berovulasi. Sedangkan sel sp3-rma dapat hidup hingga lima hari dalam tubuh wanita, dan rentang hidup sel telur hanya 12 sampai 24 jam, sehingga berhubungan intim sebelum dan sesudah berovulasi  bisa memaksimalkan peluang untuk hamil.
  • Fokuskan berhubungan pada rentang jendela kesuburan Anda, atau tiga sampai lima hari sebelum Anda berovulasi. Jika Anda menunggu melakukan hubungan intim ketika Anda sudah mulai berovulasi, maka pada saat sp3-rma memasuki tubuh Anda mungkin sudah terlalu terlambat untuk membuahi telur Anda.
  • Jika Anda berusia dibawah 35 tahun dan sudah melakukan hubungan selama fase jendela kesuburan selama 12 bulan tidak berhasil, atau jika Anda berusia lebih dari  35 tahun dan telah berhubungan selama jendela kesuburan Anda selama enam bulan dan tetap tidak berhasil, maka Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang kesuburan Anda. Anda dan pasangan Anda bisa mengambil tes kesuburan untuk menentukan apakah ada masalah lainnya yang menghalangi kehamilan.

Referensi :

  1. www.betterhealth.vic.gov.au – Menstrual cycle
  2. www.merckmanuals.com – menstrual cycle
  3. www.asrm.org – Optimizing Natural Fertility
  4. yourfertility.org.au – timing and conception
  5. www.mayoclinic.org – menstrual cycle

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *