Inilah Alasan Utama kenapa Soda/Softdrink Buruk bagi Kesehatan

kenapa softdrink buruk bagi kesehatanMinuman bersoda atau yang juga sering dikenal dengan istilah softdrink terasa sangat baik untuk melepaskan dahaga. Soda juga dikenal dengan sebutan minuman ringan, atau minuman berkarbonasi . Hal ini terbuat dari air berkarbonasi, yang ditambahkan pemanis dan perasa alami atau buatan – serta juga mungkin ditmbahkan kafein, pewarna buatan, pengawet buatan dan bahan-bahan lainnya.

Advertisement

Salah satu yang menarik selera Anda dari soda adalah rasanya yang manis, yang tentu tinggi kandungan gula. Fakta membuktikan bahwa gula buruk bagi kesehatan Anda. Gula sangat meningkatkan kadar insulin, yang akhirnya dapat menyebabkan diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, penuaan dini dan masih banyak efek samping negatif lainnya.

Yang perlu digarisbawahi adalah, soda sama sekali tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Bahkan konsumsi soda yang berlebihan telah dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan terutama obesitas, kesehatan gigi, dan masalah sendi. Bahkan, beberapa kandungan kimia yang mungkin ditambahkan, ditengarai bisa berkibat lebih buruk bagi kesehatan!

Berikut adalah bahan kimia dalam soda yang dapat membahayakan kesehatan Anda jika dikonsumsi berlebih:

Mengandung Asam fosfat

Asam fosfat adalah unsur penting yang digunakan dalam minuman bersoda untuk memberikan karakteristik rasa yang kuat, serta untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika digunakan dalam jumlah yang terukur, asam fosfat sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh, namun ketika lebih tinggi dapat mengganggu penyerapan mineral kalsium oleh tubuh. Nah inilah dia mengapa minuman bersoda selalu dikaitkan dengan kerusakan gigi, karena kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang melemah termasuk gigi.

Asam fosfat yang tinggi dalam minuman berkarbonisasi juga dapat mempengaruhi fungsi usus  yang mengarah kepada gangguan pencernaan, seperti gas atau kembung.

Mengandung Tinggi HFCS atau Sirup jagung frukosa tinggi

Sirup jagung frukosa tinggi adalah bentuk gula terkonsentrasi yang berasal dari jagung. Karena HFCS ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami, sehingga sebagian besar produsen menggunakannya. Keistimewaan HFCS lainnya adalah lebih tahan lama dipenyimpanan.

Studi  yang dipublikasikan American Journal of Nutrition 2004 mencatat bahwa asupan soda tinggi kalori yang berlebihan yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi merupakan penyebab utama obesitas .

Obesitas dikatakan meningkatkan risiko sindrom metabolik, yaitu sekelompok kondisi kesehatan yang meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, perut gendut, dan kolesterol atau trigliserida yang tidak normal. Kesemuanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

Studi  yang ditpublikasikan Hypertension 2010 menuliskan bahwa sirup jagung fruktosa tinggi meningkatkan risiko sindrom metabolik.

Juga dikhawatirkan bahwa sirup jagung fruktosa tinggi yang umum digunakan dalam minuman bersoda adalah hasil dari tanaman yang di rekayasa secara genetika.  Ada banyak perdebatan mengenai efek samping dari makanan hasil rekayasa ini pada kesehatan otak, hati, dan kekebalan tubuh.

Mengandung Asam sitrat

Asam sitrat adalah bahan yang berbahaya terutama untuk kesehatan mulut. Hal ini terutama dapat merusak enamel gigi. Kerusakan lapisan email gigi akan membuat gigi lebih mudah berlubang, berubah warna dan akhirnya rusak.

Baca juga:  Akibat Kurang tidur dalam Jangka Panjang

Academy of General Dentistry mencatatkan bahwa konsumsi asam sitrat secara teratur dan diet soda dapat menyebabkan erosi pada gigi.

Mengunyah permen karet yang bebas gula atau berkumur dengan air bersih setelah mengkonsumsi minuman bersoda bisa  membantu meningkatkan aliran air liur untuk mengembalikan tingkat keasaman dalam mulut menjadi norma kembalil.

Botol plastik mengandung zat kimia BPA atau Bisphenol-A

Botol plastik minukan bersoda mengandung bahan kimia yang disebut dengan bisphenol-A atau BPA yang digunakan untuk mengeraskan plastik dan menghilangkan bakteri.

Bahan kimia ini memiliki efek yang merugikan kesehatan. Studi yang dipublikasikan Hypertension 2012 menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular juga terkait dengan paparan BPA.

Bahkan, senyawa kimia ini juga bisa menyebabkan gangguan reproduksi pada pria dan pubertas dini pada anak wanita.

Mengandung zat kimia Natrium Benzoat

Natrium benzoat banyak digunakan sebagai pengawet untuk minuman ringan serta  jus buah, selai dan jelly untuk mencegah kerusakannya. Namun zat kimia ini dapat menyebabkan kerusakan sel yang serius dan mempercepat penuaannya.

Mengonsumsi soda secara rutin dapat mempengaruhi perkembangan penyakit metabolik karena sel-sel mengalami penuaan yang lebih cepat

Efek samping dari zat kimia ini lainnya termasuk hiperaktif, pusing,  dan kesulitan tidur.

Studi yang diterbitkan BioMed Research International 2015 menuliskan bahwa natrium benzoat dapat menyebabkan kerusakan DNA.

Mengandung zat pewarna buatan

Warna Karamel adalah zat yang memberikan warna coklat untuk minuman soda. Pewarna buatan ini dan yang lainnya yang digunakan dalam minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kanker. Zat kimia ini juga lama dikenal dapat meningkatkan serangan asma dan memperburuk gejala asma.

Mengandung Kafein

Kebanyakan minuman soda mengandung kafein, untuk menambahkan sedikit rasa pahit dan untuk meningkatkan rasa dari pemanis. Jumlah kafein berbeda tiap merek minuman bersoda, tapi umumhnya antara 34 – 38 miligram per-porsi 12 ons.

Konsumsi nkafein berlebihan dikaitkan dengan masalah kesehatan tertentu. Sebuah studi yang diterbitkan European Society of Cardiology 2015 mencatat bahwa kafein meningkatkan risiko masalah kardiovaskular pada orang  muda yang dengan hipertensi ringan. Sejalan dengan waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi tingkat lanjut dan diabetes di suatu hari nanti.

Satu studi  yang dipublikasikan  Epidemiologi 2012 melaporkan bahwa wanita yang rutin minum minuman berkarbonasi atau  soda berkurang kesuburannya.

Kafein adalah zat stimulan yang dapat menyebabkan insomnia. Kafein juga memiliki efek yang dapat membuat tubuh dehidrasi karena seperti diuretik.

Tips:

  • Ganti minuman bersoda dengan minuman lain yang lebih sehat, seperti jus buah segar,  atau teh herbal.
  • Untuk melepaskan dahaga,  air putih adalah minuman yang paling se dunia.
  • Jika Anda masih ingin minum-minuman bersoda, cobalah untuk menguranginya atau mencoba untuk tidak minum lagi dalam jangka waktu yang lama.
  • Setelah minum minuman bersoda, berkumurlah dengan air bersih untuk menetralisisr kandungan asam dan gula buatan.

[Medical Disclaimer]

Advertisement

Bagikan yang bermanfaat kepada rekan dan kerabat dekat Anda dengan tombol berikut :

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *